​Restoran Ini Kasih Tamu "Makan Gratis" tapi Omzet Sebulan Bisa Capai 500 Juta!?

Kok bisa!? Kasih tamu makan gratis bukannya bangkrut malah omzet 500 juta sebulan!? Ini dia restoran yang paling unik yang ada di Jepang!

只賣一道菜!吃飯不要錢!居然沒死,還做了3年,月入120萬!

Nama restoran ini adalah "Mirai", yang artinya adalah 'masa depan'.

Sponsored Ad

Uniknya, restoran ini cuma menyediakan 1 menu per harinya, cuma ada 12 tempat duduk dan cuma buka 5 hari seminggu. Di sini, tidak ada pelayan atau koki, cuma ada bosnya seorang! Mulai dari bawain makanan, masak, terima duit sampai cuci piring, semuanya bosnya yang tangani sendiri!

Nah, kamu pasti heran dong dengan makan gratis yang tadi disebutkan? Sebenarnya, makan gratis itu tidak semua, ada syaratnya, yaitu harus bantu-bantu bos di restoran selama 50 menit. Kalau sudah bantu 10 kali bakal dapat voucher makan mewah! Kalau sudah bantu 20 kali, bisa coba jadi kepala restoran seharian! Unik, bukan!?

Sponsored Ad

只賣一道菜!吃飯不要錢!居然沒死,還做了3年,月入120萬!

Ternyata banyak lho peminatnya! Dalam sehari total paling banyak ada 7 orang yang bantu-bantu. Dalam setahun, ada 450 orang!

Bantu-bantu di sini misalnya terima pesanan, bersih-bersih dan lain-lain. Untuk orang yang pertama kali bantu-bantu, bosnya bakal ajarin cara-caranya dan juga menyediakan buku pemula supaya semuanya bisa dan lancar bekerja!

Sponsored Ad

Lucunya lagi, setiap bulannya si bos bakal mengadakan acara 'terima kasih' dan mengumpulkan semua orang yang sudah bantu-bantu dan menjamu mereka dengan makanan senilai 500 Yen (sekitar 65 ribu Rupiah)!

Bosnya tidak mempekerjakan orang, tapi menggunakan cara 'bantu-bantu' seperti ini. Tak hanya pekerjaannya menjadi ringan, ia juga bisa membangun hubungan yang lebih dekat lagi dengan pelanggannya. Orang yang bantu-bantu juga dapat makan gratis dan dapat pengalaman yang berbeda!

Sponsored Ad

“Saya harap ketika mereka tidak punya uang atau kehilangan arah dalam hidup, mereka bisa mendapatkan sesuap nasi yang layak dengan tangan mereka sendiri", ujar sang pemilik.

Sponsored Ad

Di sini, menu yang disediakan cuma 1 macam per harinya. Setiap hari akan diganti. Jika kamu selalu bingung mau makan apa, maka datang ke restoran ini adalah pilihan yang tepat!

Sponsored Ad

Misalnya makanan yang disediakan hari ini. Ada telur, nasi, sayur, kuah dan lauk sampingan, harganya 900 Yen (sekitar 117 ribu Rupiah, mahal juga ya XD)!


Sponsored Ad

Kalau tambah 400 Yen (50 ribu Rupiah) lagi, kamu bisa mendapatkan set menu spesial yang dibikin langsung oleh bosnya sendiri!

Sponsored Ad

Tugas pelanggan di sini bukan cuma makan doang lho, tapi berdiskusi dengan bos dan pelanggan lainnya, besok makan apa ya? Si bos akan memutuskan menu hari itu sesuai dengan keinginan pelanggan. Untuk mempermudah, si bos akan membuat daftar dulu menu apa yang akan disediakan minggu depan.


Sponsored Ad

Cara seperti ini pastinya membuat pelanggan dan restoran merasa lebih dekat, bukan cuma habis makan lalu pergi, namun ada ikatan yang lebih daripada itu, seperti teman atau keluarga.

Kamu bisa memilih sendiri mau makan apa, bahan-bahannya, tinggal bilang sama bos. Setiap tamu yang sarannya diterima pasti dengan bangga berkata, "Lihat nih, menu ini aku yang pesan."

Restoran ini juga menyediakan buku dan majalah yang bebas untuk dibaca. Setiap 2 minggu akan diganti dengan edisi yang baru. Ada tamu yang karena ingin menghabiskan buku yang belum dia baca selesai kemudian balik terus ke restoran itu. Hmm, ide yang bagus yah untuk narik pelanggan balik lagi!? XD


Nah, kamu pasti penasaran dong siapa yang ada dibalik restoran yang unik ini? Perkenalkan, inilah bos restoran masa depan, Rin-san.

Sebelum membuka restoran, dulunya ia adalah seorang programmer. Usianya masih muda, 33 tahun. Ia lulus dari Institut Teknologi Tokyo. Ia pernah bekerja sebagai programmer selama 6 tahun di perusahaan IBM dan Cookpad.

Gaji sebagai programmer tentunya cukup besar, namun ia malah memilih mundur dari pekerjaannya dan buka restoran sendiri!

Dalam waktu satu setengah tahun, restorannya mulai terkenal. Letaknya ada di Jinbocho, Tokyo. Walaupun tokonya tidak besar dan cuma ada 12 tempat duduk, tapi setiap hari selalu ramai pengunjung.

Tak disangka dalam 3 tahun berdiri, ia sudah bisa meraih omzet 500 juta per bulannya. Hebat yah!?

Banyak media kemudian datang meliput. Rin-san mengatakan bahwa membuka restoran baginya adalah sebuah pilihan hidup dan juga gaya hidup.

Dari yang tadinya tidak bisa masak, ia belajar masak dari nol. Dari yang tadinya tidak punya siapa-siapa, sekarang ada ratusan orang dari segala latar belakang membantunya di restoran.

Restoran yang dibukanya bukan cuma sekedar restoran, tamu makan lalu pergi, melainkan sebuah komunitas. Orang masuk, berpartisipasi, merasa semua seperti keluarga dan merasa dihargai, tentu saja hubungan seperti ini akan berlangsung lama dan membahagiakan. Mungkin cara ini bisa dicontoh para pebisnis yang baru buka restoran dan ingin membangun hubungan yang lebih dalam dengan customer!

Sumber: gohealth

Kamu Mungkin Suka