Tak Punya Uang, Nekad Buka Usaha Bermodalkan Akar Pohon, Kini Penghasilannya Bikin Ngiler!

Setiap orang punya jalan kesuksesan masing-masing, begitu juga dengan Nyarjan Prianto. Pria berusia 43 tahun asal Purbalingga yang melewati berbagai lika-liku sebelum sukses.

Sponsored Ad

Pekerjaan Prianto memang tidak biasa, ia menyukai seni memahat patung. Di Indonesia sendiri masih sedikit peminat kerajinan seperti ini. Dari keterampilan yang ia miliki, Prianto sempat bekerja di berbagai galeri seni. Prianto pernah bekerja di sebuah galeri seni di Semarang selama 3 tahun sejak tahun 2014.

Namun ia mendapati kenyataan pahit setelah karya seni yang ia buat berupa patung setinggi 190 sentimeter hanya diupah Rp 400 ribu. Sedangkan dari surat kabar yang ia baca, patung tersebut dibeli senilai Rp 35 juta. Pengalaman tidak mengenakan itu membawanya kembali ke kampung halamannya di Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga.

Sponsored Ad

Ia bertekad membangun usaha mandiri dalam membuat patung akar meski saat itu dirinya tidak punya modal uang sama sekali. Namun ia tidak patah semangat hanya karena modal, ia pun bergegas mencari akar-akar pohon jati ke dalam hutan. "Bersama teman-teman di kampung saya ke hutan di Kabupaten Kebumen. Tekad saya sudah bulat. Saya ingin bekerja mandiri memanfaatkan bakat seni saya," ujar Prianto.

Sponsored Ad

Tentu saja usahanya tidak langsung sukses, perlu waktu dan dengan adanya tuntutan pemenuhan ekonomi keluarga membuat Prianto juga harus mencari nafkah tetap. Hingga ia bekerja sebagai buruh serabutan dan kadang ia menerima pesanan untuk membuat perabotan. "Di tahun 2013, saya memasang profil di iklan daring. Saya menyatakan memiliki keahlian melukis, mengukir dan memahat. Dari iklan itulah saya mendapat tawaran di galeri di Semarang," ucap Prianto.

Sponsored Ad

Prianto mendapat upah Rp 1,6 juta dan ia tekuni tanpa ada masalah selama 3 tahun. Sampai suatu ketika ia sadar ada ketidakadilan yang ia dapatkan dari sang majikan terkait upah. "Satu patung bisa dijual Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Sedang saya diupah Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu. Saya lalu memutuskan keluar, dan majikan saya sempat menawarkan kenaikan upah Rp 2 juta per patung. Tapi saya punya harga diri. Jadi saya menolak," kata Prianto.

Sponsored Ad

Sejak tahun 2017, Prianto mulai mengerjakan patung akar seorang diri. Ia memahat akar pohon menjadi patung bernilai seni yang tinggi. Selain hewan, ia juga ahli membuat figur fiktif Groot, manusia pohon yang populer di film Guardian of the Galaxy. Ternyata patung Groot inilah yang paling banyak diminati.

Sponsored Ad

Prianto menjual kerajinan patung ini melalui media sosial mulai dari ukuran kecil 50 cm senilai Rp 500 ribu sampai ukuran besar 2 meter senilai Rp 7 juta. Keahlian Prianto dalam memahat akar pohon ini sangat diapresiasi oleh pemerintah setempat.

Prianto pun tidak ada beban saat mengerjakan semua ini karena mengukir akar adalah hobi yang memberinya kebahagiaan. Kini, Prianto sedang menyiapkan pembuatan patung akar berbentuk tokoh-tokoh nasional. "Ketekunan, kegigihan, saya rasa itu modal utama saya," kata Prianto.


Sumber : Merdeka

Kamu Mungkin Suka