Jika Pria Mau "Diperlakukan Begini" Oleh Istri, Pernikahan Bakal "Awet Selamanya"!

Seorang pria berambut putih berkata penyesalan terakhirnya adalah sering bertengkar dengan istrinya, tapi setelah istrinya tiada, dia menyadari bahwa ada banyak hal yang belum sempat dia lakukan bersama istrinya…

Sponsored Ad

Dua hari yang lalu, saya melihat ada sepasang muda mudi yang bertengkar di forum yang membahas tentang pernikahan. Alasan pertengkarannya adalah pria itu pemalas, setiap hari kerjaannya main game, baju menumpuk sampai bau juga tidak dicuci. Wanita berharap pria mau berubah, tapi pria malah mengeluh dan menganggap pacarnya mengganggu waktunya bermain game. Bahkan pria itu membandingkan pacarnya dengan mantannya dulu.

Sponsored Ad

Kolom komentar di bawah forum itu langsung dipenuhi dengan komentar netizen yang mengatakan bahwa jangan menikahi pria seperti itu. Jika menikah, wanita itu pasti akan mengalami hari yang pahit.

Sponsored Ad

Pria seperti ini banyak di luaran sana. Mereka ingin dirawat oleh pasangannya, tapi tak ingin diganggu kebebasannya.

Kalau kamu ingin memakai mahkota, kamu harus menanggung bebannya. Kalau kamu ingin menikmati indahnya pernikahan, kamu juga harus ingat dengan komitmen dalam pernikahan.

Sponsored Ad

Tidak ada kebebasan mutlak di dunia ini

Seorang ahli filsafat yang terkenal dari Jerman mengatakan bahwa kebebasan itu diperoleh dari kedisiplinan diri sendiri. Orang tidak memiliki kebebasan mutlak, sekali mereka mengejar kebebasan mutlak, pada akhirnya mereka akan dilawan oleh kebebasan itu sendiri.

Sponsored Ad

Cinta dalam pernikahan itu sama. Dalam cinta dan pernikahan yang berkualitas tinggi, tidak akan ada kebebasan yang mutlak. Karena kebebasan akan diri sendiri ini bisa melukai hubungan suami istri.

Ayahku punya seorang teman. Ketika dia masih muda, dia adalah seorang anak yang terkenal suka berfoya-foya. Meskipun dia menikah dengan istrinya atas dasar keinginan kedua orang tuanya, tapi dia menolak untuk menjadi dewasa, melepaskan tanggung jawab rumah tangga, pengangguran dan menghabiskan waktu untuk bermain. Dia merasa hidupnya tidak bisa diikat oleh pernikahan.

Sponsored Ad

Akhirnya, istrinya yang bertanggung jawab atas rumah tangga dan membujuknya untuk berubah. Tapi, dia selalu berkata istrinya bawel dan tidak mengerti. Bahkan pernikahan adalah pengepungan baginya dan sebagai pria dia harus bisa keluar dari sini.

Sponsored Ad

Kemudian, istrinya tidak tahan lagi dengannya dan memutuskan untuk bercerai darinya.

Kini, teman ayahku masih single dan tidak menjalani kehidupan bebas yang diinginkannya. Dia menjadi keluarga berpenghasilan rendah di desanya dan pakaiannya sangat lusuh. Dia pernah menikah sekali lagi, tapi karena kebiasaan buruknya tidak dapat diubah, ia kembali bercerai.

Sponsored Ad

Anak yang hobi berfoya-foya mungkin terlihat keren di novel, tapi orang seperti ini berarti tidak dewasa dalam perasaan dan pernikahan.

Sponsored Ad

Yang tidak dimengerti pria tidak dewasa adalah "pengaturan" wanita sebenarnya adalah hasrat akan keamanan dan hanya dengan pria yang sudah dipercaya olehnya, dia baru akan mencari perlindungan dan keamanan ini.

Pengaturan dari wanita adalah keinginannya untuk dicintai.

Pria yang mencintai pasangannya adalah pria yang memahami disiplin diri dan memahami kebutuhan rapuh dan emosional di balik "pengaturan" dari wanita.

Seorang pria yang baik, dia tidak hanya akan menatapmu dengan matanya, tetapi akan memahami kamu dengan hatinya. Dia akan mengerti bahwa "pengaturan" dari kamu bukanlah penindasan, tetapi harapan dan keinginan untuk cinta.

"Pengaturan" dari seorang wanita adalah ekspresi dari kepedulian dan pengabdiannya tanpa pamrih. Pria yang mencintaimu akan berterima kasih dengan "pengaturan" darimu.

Beberapa pria akan mengatakan bahwa cinta mereka tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Pada kenyataannya, banyak cinta dari wanita juga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Mereka lebih terbiasa mengubah perasaan cinta itu jadi sebuah tindakan nyata yang tidak terlalu detail.

Wanita yang rela mengatur suami sebenarnya adalah wanita yang menggunakan perasaannya secara mendalam.

Jika seorang wanita tidak punya perasaan terhadap pria itu, maka dia tidak akan mau "mengatur" pria itu.

Jika seorang wanita benar-benar kecewa dengan pria, dia tidak akan pernah "mengatur" pria itu lagi.

Semoga pria bisa menghargai wanita yang bersedia "mengatur" dirinya sendiri dan tidak menunggu sampai dia kehilangan wanita tersebut.

Dalam pernikahan, ada wanita yang bisa "mengatur" pria adalah wanita yang dicintai, mereka sangat bahagia. Jika ingin ada jaminan dalam pernikahan, uang rumah tangga sebaiknya dikelola oleh wanita, ini akan lebih beralasan. Dengan begitu, wanita tidak hanya bisa mengurus rumah, tapi juga bisa menguasai gerakan suami dan mencegah suami punya wanita idaman lain.

Tapi, banyak juga pria yang lihai dan mereka tidak bersedia memberikan semua uangnya untuk kamu. Pada saat ini, kamu butuh sedikit cara lain.

Sumber: fun01

Kamu Mungkin Suka