Menikah Itu Bukan Sekedar Janji, Saking Realistisnya Artikel Ini Dishare Jutaan Kali!

Menikah bukanlah seindah drama romantis yang selalu bikin baper dan tersipu malu. Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan pernikahan. Bukan sekedar perlu cinta saja, tapi juga ‘pernak pernik’ lainnya yang mungkin bikin kamu pusing tujuh keliling.

Sponsored Ad

Ketika masih berpacaran, mungkin kalian ingin cepat-cepat membawa cinta kalian menuju halal sampai bikin hashtag #2019menujuhalal setiap posting foto di media sosial. Namun jangan lupa dan jangan terlewat menyiapkan segalanya dengan baik, termasuk mental kalian berdua. Setelah halal dan resepsi pernikahan usai, babak baru dalam kehidupan kalian berdua baru dimulai.

Sponsored Ad

Kalian harus membiasakan diri melihat pasangan kalian dari pagi hingga malam dan untuk selamanya. Kalian harus membiasakan bertukar pendapat, mengalah, memaafkan, memahami lebih dalam lagi. Jangan sampai hanya karena hal kecil, kalian menyesal telah menikah dengannya. Seperti ilustrasi dalam video yang dibagikan di Facebook ini. Simak baik-baik ya untuk kalian yang sedang mempersiapkan pernikahan dan kalian yang sudah menikah juga.

Menikah itu tidak mudah. Walaupun ia tak pernah mengatakannya, sebenarnya ia merasakan hal yang sama. Mungkin ini terasa sulit karena kita lupa, menikah itu bukan hanya tentang janji. ‘Nih ya aku janji, aku bakalan masakin makanan yang sehat buat kamu supaya kamu gak gendut,’ ucapku.

Sponsored Ad

‘Tapi harus enak ya. Eh, tapi kamu bisa masak gak?’ tanya Haqi. ‘Nah itu, aku gak bisa masak. Tapi aku bakalan belajar,’ jawabku dengan yakin. Percakapan itu terjadi 3 tahun lalu, tepatnya di hari pernikahan kami, pernikahan Haqi dan Lana. Kamu berdua sudah jarang menonton film berdua. Padahal hobi kami berdua, menonton film horor. Setiap ada genre film tersebut kami jadi penonton pertama di antara teman-teman yang lain.

Sponsored Ad

Menikah adalah tentang kesediaan hati untuk menepati janji-janji itu. Pernah aku marah besar kepada Haqi karena menurutku dia tidak menepati janji. ‘Kamu dari mana aja sih? Aku udah nunggu dari sore,’ ucapku dengan suara tinggi. Haqi memandang tanpa membalas ocehanku itu dan memberi bungkusan hadiah padaku. Namun emosiku sudah tak terbendung lagi.

Sponsored Ad

‘Apalagi ini?’ sambil melempar hadiah dengan kertas kado cantik itu. Haqi pun terpancing emosi, ‘Intinya kan aku sekarang udah pulang. Kalau mau ngerayain masih bisa kok, gak usah pake marah-marah segala!’ ucap Haqi. ‘Kamu yang ngajak duluan, tapi kamu yang telat! Aku udah nunggu, niat gak sih? Rayain aja sendiri!’ ucapku.

Sponsored Ad

Kita lupa menikah bukan hanya tentang meminta, ini juga tentang memberi. Meski tanpa banyak berkata-kata. Menikah bukan hanya tentang kemenangan, ini juga tentang kesediaan hati untuk mengalah. Menikah bukan hanya tentang salah dan benar. Ini juga tentang kebesaran hati untuk melihat kekurangan diri.


Harusnya kita ingat menikah itu tentang peduli bukan mengadili, menikah itu tentang bersyukur meski tak selalu akur. Dan menikah bukanlah akhir perjuangan cinta karena ini adalah awal dari kehidupan baru yang akan sulit dijalani jika tidak dilalui bersama-sama. Menikah itu tidak selalu berjalan beriringan tapi itu bukan alasan untuk berhenti berdampingan

Sponsored Ad

Jadi siapkan mental kalian sepenuhnya untuk menjalani pernikahan dalam suka dan duka. Cari solusi dan jalan tengah bersama agar kembali sepakat seperti saat kalian sepakat membangun rumah tangga. Semoga bermanfaat :)


Sumber : Facebook