Heboh Meme Anies Berwajah Joker, Ade Armando Akui Posting Foto itu ke FB: "Emang Bagus Kok!"

Media sosial dihebohkan posting-an akun Facebook atas nama pakar komunikasi Ade Armando yang mengunggah meme berupa foto Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dengan riasan wajah tokoh fiksi Joker. Meme tersebut juga disertai kalimat yang berbunyi 'Gubernur Jahat Berawal dari Menteri yang Dipecat'.

Sponsored Ad

Saat dikonfirmasi, Ade Armando mengakui dialah yang mengunggah meme itu di Facebook. Namun dia menegaskan meme itu dibuat oleh orang lain.

"Benar (saya unggah). Bukan (saya yang buat). Saya cuma meng-copy (unggah ulang). Tapi saya pikir bagus itu," kata Ade kepada wartawan, Jumat (1/11/2019).

Ade kemudian menjelaskan maksud unggahannya itu. Dia menuturkan meme foto Anies berias Joker itu merupakan kritik soal anggaran Rp 82 miliar untuk pengadaan lem Aibon yang bikin heboh.

Sponsored Ad

"Itu kan posting-an untuk menyindir apa yang dilakukan Pemerintah DKI yang mau membeli lem Aibon, pulpen, beli server, dalam jumlah yang luar biasa, tidak masuk akal, itu kan artinya menyedot uang rakyat, itu menzalimi rakyat, jadi dengan kata lain itu adalah kejahatan dan kita harus protes dengan apa yang dilakukan oleh Anies itu, itu sebuah bentuk protes terhadap Anies.

Sponsored Ad

Nggak cuma itu, kalau Anda baca akun saya, hampir setiap hari saya kasih meme, memang itu saya arahkan kepada Anies," ujarnya.

Gara-gara heboh meme itu, anggota DPD RI Fahira Idris mengatakan lewat Twitter bahwa dia akan mempolisikan Ade Armando. Ade merespons santai.

"Apa? Mau pakai pasal apa? Saya sedang mengkritik seorang gubernur yang secara sewenang-wenang menggunakan uang rakyat itu saya lawan, kalau Anies akan menggugat saya ya silakan, tapi Anies ya yang menggugat, bukan orang lain," jelasnya.

Sponsored Ad

Sebelumnya, Anies menilai masalah penganggaran sudah terjadi selama bertahun-tahun dan pangkalnya ada di sistem. Dia merasa mendapat 'warisan'.

Sponsored Ad

"Ini problem muncul tiap tahun. maka yang kita koreksi adalah sistemnya. Sistem masih manual pengecekan manual, maka ada puluhan ribu item. Saya kerjakan satu-satu kemarin. Tapi saya tidak berpanggung," ucap Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/10).

Anies menyebut saat ini sistem yang digunakan Pemprov DKI sudah digital tapi tidak smart alias pengecekan masih dilakukan secara manual. Akibatnya, tetap saja ada pegawai yang teledor setiap tahun.


Sumber: detik.com

Kamu Mungkin Suka