Ibu Mertua Curiga Karena Anak Kembarku Memiliki “Wajah Berbeda”! 18 Tahun Kemudian, “Fakta Ini” Pun Terkuak!

Namaku adalah Xiaofen dan kini usiaku sudah 40 tahun. Aku sudah menikah dengan seorang pria mapan dan dikaruniai putra kembar.

Waktu itu usiaku baru 21 tahun, aku memang menikah di usia yang bisa dibilang masih cukup muda. Tak lama berselang aku pun hamil, saat sudah memasuki usia kandungan 6 bulan, suamiku membawaku ke kampung halaman. Ia ingin aku melahirkan disana.

Sponsored Ad

Seminggu kemudian dia kembali ke kota untuk bekerja. Aku tinggal di rumah orang tuaku dan merasa sangat senang. Namun sebuah kejadian tak terduga pun terjadi. Satu bulan sebelum dari tanggal perkiraan, aku melahirkan!

Untungnya saat itu kakak iparku sedang mengunjungiku. Perutku mulas bukan main lalu dia segera membawaku ke rumah sakit. Aku melahirkan secara operasi sesar dan bahagia begitu melihat anakku lahir ke dunia ini.

Sponsored Ad

Rasa sakit yang kurasa terbayarkan begitu mendengar suara tangisannya. Tangan mungilnya menggenggam jariku, sungguh perasaan bahagia yang belum pernah kualami sebelumnya. Rasanya sakit ini pun lenyap begitu saja.

Tak terasa anakku sudah tumbuh besar, kini mereka sudah mulai masuk sekolah dan aktif. Namun ada satu hal yang memang membuatku bingung., ya..muka anak kembarku tidaklah serupa. Tapi aku tidak peduli karena mereka benar=benar anak kandungku yang lahir dari rahimku.

Sponsored Ad


Suamiku juga tidak mempermasalahkan hal ini. Dia sangat percaya padaku dan yakin memang kembar tidak selalu sama persis. Di dunia ini ada beberapa anak kembar yang berbeda karena berasal dari dua telur yang berbeda.

Sponsored Ad

Namun hal ini rupanya menjadi sebuah masalah besar bagi ibu mertuaku. Dia terus menerus mempertanyakan hal ini. Setiap hari saat melihat si kembar dia selalu berkata,”Mengapa wajah kalian berbeda sekali?”

Sponsored Ad

Awalnya aku tidak mau ambil pusing dengan perkataan mertuaku ini, tapi lama-lama kok jadi kesal juga yah. Sepertinya dia mencurigaiku melakukan sebuah hal yang tidak terpuji. Apa iya harus sampai tes DNA segala?

Sponsored Ad

Aku mengungkapkan isi hatiku pada suami. Dia menenangkanku dan mengatakan kalau aku tidak perlu cemas dengan perkataan ibunya. Yang paling penting adalah dia percaya padaku dan anak-anak tumbuh dengan sehat.

Sponsored Ad


Sekarang anak kembarku sudah berusia 18 tahun. Waktu benar-benar berjalan dengan cepat, dalam sekejap saja anak-anakku sudah dewasa. Mereka bersekolah di sebuah SMA yang ada di kampung halamanku.

Suatu hari anak kembarku cedera saat sedang bermain basket. Aku segera berlari ke rumah sakit dengan perasaan campur aduk. Saat itu ada beberapa teman sekolahnya yang menemaninya disitu, ketika tahu aku pun merasa lebih tenang.

Kemudian ada seorang anak yang berbisik di belakangku, katanya:”Tante, jangan khawatir. Tidak ada patah tulang kok!” aku pun menoleh ke belakang untuk melihat anak itu. Saat melihatnya, aku kaget bukan main.

Wajah anak itu persis sekali dengan wajah anakku yang cedera ini. Luar biasa mirip sekali! Lalu anak kembarku yang satunya lagi berkata:”Ini lho Ma, teman sekelas yang waktu itu aku ceritakan. Mirip banget kan?!”

Malam itu aku tidak tenang tidak bisa tidur. Balik kiri balik kanan tapi rasanya pikiran ini menghantui diriku. Mengapa wajah anak itu begitu persis dengan anakku? Bukan hanya mirip tapi benar-benar persis! Bagai pinang dibelah dua.

Aku tidak menyangka kalau kedua orang tua anak itu juga memiliki pemikiran yang sama denganku. Mereka juga heran mengapa wajah anak ini sama sekali tidak mirip dengan orang tuanya? Sama sekali tidak ada kemiripan.

Daripada bingung sendiri, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan tes DNA. Begitu hasilnya keluar, kami dua keluarga ini pun langsung menangis. Kami tidak menyangka hal ini akan terjadi.

Rupanya saat itu aku dan wanita itu melahirkan di rumah sakit yang sama. Karena kesalahan dari pihak rumah sakit, entah bagaimana anak kami tertukar! Hati dan pikiranku kosong sejenak, entah harus berbuat apa.

Aku ingin mengenal anakku yang tertukar itu dan aku merasa sedih membayangkan anakku dirawat oleh orang lain. Aku ingin membawanya pulang tapi anak itu tidak mau. Dia ingin tinggal bersama orang tua yang telah merawatnya.

Kami semua menghargai keputusan anak-anak kami dan kami tinggal seperti biasanya. Bahkan anak-anak kami berkata;”Ma, aku merasa sangat bahagia! Aku memiliki dua orang ibu yang hebat” lalu aku pun menjawab:”Mama juga sangat senang karena mama punya 3 anak laki-laki yang kuat!”

Meskipun kami tidak bisa tinggal bersama-sama, tapi aku senang dengan semua kejadian ini. Aku melihat kalau keluarga itu juga merawat anakku dengan baik. Asalkan anak-anakku bahagia, aku juga bahagia!

Sumber : story543

Kamu Mungkin Suka