Baru Bertemu 6 Hari Keduanya Menikah dan Hidup Bersama 73 Tahun. Namun Sebelum "Hari Kepergiannya", Mereka Membuat Keputusan "Tak Terduga" Ini!

“Selama kau berada di sisiku, aku tidak tahu harus pergi kemana.”

Baru-baru ini viral pasangan yang sudah menikah selama 73 tahun, mereka memiliki perjalanan kisah cinta yang unik namun bisa menginspirasi jutaan orang. Mari kita simak ceritanya di bawah ini:

Sponsored Ad

Tahun 1994, George adalah seorang angkatan laut yang tampan. Ia gagah, tinggi dan sangat populer di kalangan wanita. George duduk di bangku kiri kedua.

Sponsored Ad

Pertama kali melihat Shirley Brickenden, ia langsung jatuh hati. “Wanita itu begitu cerah dan cantik, walaupun saat itu aku tidak percaya akan jatuh cinta pandangan pertama”

Sponsored Ad

Akhirnya George memberanikan diri untuk berkenalan dengan Shirley. Namun baru 6 hari sejak pertemuannya dengan Shirley, George langsung melamarnya.


Sponsored Ad

“Saat George melamarku, sebenarnya aku punya banyak lelaki yang sedang mengejarku. Tapi George satu-satunya pria yang tidak basa-basi dan menunjukkan keseriusannya denganku!” curhat Shirley

Sponsored Ad

George menyarankan jika kamu menyukai seseorang pada pandangan pertama, maka harus cepat ditangkap. Karena cinta itu seperti aliran air yang panjang dan mengalir dengan cepat. Memang keputusan yang mereka ambil seperti keputusan yang ceroboh, tapi selama tangan George tidak pernah melepaskan Shirley, itu akan menjadi hal yang baik dalam hidupnya. Buktinya selama 73 tahun mereka masih tetap bersama walaupun melewati pasang surut kehidupan.

Sponsored Ad

Bahkan jika wajah Shirley sudah berubah, selamanya George akan tetap menganggap Shirley remaja dan bergairah di matanya.

Sponsored Ad

Setiap ulangtahun pernikahan George juga selalu memberikan kejutan kepada Shirley. Jadi selama 73 tahun menikah, terdapat 73 kejutan berbeda buat Shirley.

Sponsored Ad

Buktinya tahun ini George memberi Shirley bunga mawar pink yang ia tanam sendiri di halaman rumahnya. Terlihat Shirley begitu bahagia dan aura cantiknya keluar merona.


Sponsored Ad

Anak George dan Shirley yang sudah berusia 60 tahun berkata “Cinta ayah dan ibu begitu kekal, dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah sedikit pun!”

“Bahkan ketika ibu membeli kaus kaki pun, ayah akan selalu menemaninya. Mereka berdua tidak bisa dipisahkan sedikit pun!” tambahnya

Setiap tahun di hari ulang tahun George, Shirley selalu membuat kue sendiri bagi suaminya. Namun beberapa tahun terakhir, karena kondisi kesehatan Shirley memburuk, dia terpaksa tidak bisa membuat kue bikinannya. Dan hatinya penuh kesedihan selama beberapa hari.  

“Saya hanya mencintai satu orang dalam hidup saya. Dan ketika saya sudah memasuki usia pernikahan berlian dan melihat anak, cucu, cicit, ini adalah berkat yang Tuhan berikan untuk generasiku!”

Namun ketika Shirley memasuki usia 94 tahun, kesehatannya semakin buruk, ia jadi sering sakit-sakitan dan tangannya bengkak keunguan.

Di tahun 2016, Shirley sering bolak balik menjalani operasi. Pernah ada satu kali momen dimana selama Shirley dioperasi, George tidak mau makan dan minum. Ia selalu menjaganya di luar ruang operasi, air matanya selalu mengalir layaknya anak kecil yang cengeng. Tunggu sampai operasi selesai, George berlari ke kamar Shirley dan menggenggam tangannya “aku mohon kau jangan pergi, jika aku kehilanganmu aku tidak tahu bagaimana cara untuk hidup!”

Di tengah kesadaran Shirley yang sangat rendah, ia bermimpi seperti ada seseorang yang sedang menarik dirinya masuk ke dasar danau yang dalam. Lalu tiba-tiba ia teringat George. “Aku belum menyaksikan matahari terbenam bersama George” “Tolong lepaskan aku! Aku tidak mau meninggalkan George!”

Shirley juga mengatakan “Jika satu pihak pergi meninggalkan pasangannya, apa yang akan George lakukan jika ia ditinggal sendiri? Mungkin ia akan jantungan dan kesehatannya berubah semakin buruk setiap harinya”

Pada usia Shirley ke 95, anaknya menemukan dirinya pingsan di kamar mandi. Detak jantungnya mulai tidak stabil karena infeksi di tubuhnya.

Shirley dikatakan harus berbaring di ranjang rumah sakit agar kesehatannya tetap terjaga. Tapi Shirley tidak mungkin meninggalkan George sendiri di rumah, mereka pun memutuskan untuk keluar dari rumah sakit dan menjalani sisa hari yang ada dengan berjalan bergandengan bersama tiap harinya.

Satu tangan saling bergandengan, satu tangannya lagi memegang tongkat.

Ketika angin musim semi bertiup, mereka berdua untuk berjanji “hidup mati untuk selalu bersama. Tidak ada yang bisa memisahkan keduanya”

Dan pada tahun 2016, terdapat program dari Kanada dimana kematian yang dibantu secara medis menjadi legal. Terdapat 2500 orang telah memilihnya. Shirley pun berpikir dan berunding dengan George.

Bagi keduanya meninggalkan dunia bukanlah hal yang menakutkan. Hal yang menakutkan adalah ketika mereka tidak dapat hidup bersama dan tidak dapat saling memandang lagi.

Akhirnya mereka mengumumkan keputusannya kepada semua anak, cucu, dan cicitnya. Bahwa mereka mau mati bersama yang dibantu secara medis. Awalnya keputusan itu ditentang oleh keluarga besar.

Tapi anak-anak mengerti bahwa mereka berdua tidak bisa hidup terpisah sama sekali. Akhirnya keluarganya menghormati keputusan George dan Shirley.


Putrinya yang berusia 71 tahun, dan putra yang berusia 69, 60, 54 tahun, cucu, cicit, dan kerabat dari Vietnam, Norwegia, Swiss datang untuk merayakan kepergian George dan Shirley.

Di bawah cahaya lilin, keduanya makan malam terakhir bersama. Mereka juga menceritakan kepada semua tamu yang datang tentang kisah cinta keduanya.


Lalu pada jam 7 malam, Shirley bertanya pada George “apakah kamu siap?”

George berkata “ketika kamu siap, aku juga siap!” Lalu George memberi ciuman hangat kepada Shirley.


Akhirnya keduanya masuk ke kamar dan berbaring di atas tempat tidur. Sebelumnya mereka berkata “anak-anak, kami mencintaimu!”

Akhirnya dokter masuk dan menyalakan musik mozart. Itu adalah musik pertama yang mempersatukan keduanya.

"Apakah kamu ingat musik ini, George? Ini adalah musik favoritku. Pada saat kita pertama kali berkencan, mendengar musik ini membuatku jatuh cinta padamu!” kata Shirley

“Dalam hidup ini, aku benar-benar beruntung bisa bertemu denganmu. Setiap hari bersamamu adalah kebahagiaan buatku.”

Lalu keduanya bergandengan tangan dengan erat, mereka mendekat dan menghembuskan nafas terakhir secara bersamaan.


Pada akhirnya mereka meninggal dan pergi ke Surga bersama.

Bahkan sampai Ratu Inggris pun memberikan doa dan berkat bagi keduanya.

Pada kenyataannya, ada banyak pernikahan yang sebelum mengalami penuaan dan penyakit, hubungannya sudah rentan terlebih dahulu. Biarlah kita terinspirasi dari George dan Shirley dimana sampai akhir kehidupan, keduanya tidak mau melepaskan gandengan tangannya.

Kisah George dan Shirley begitu fenomenal dan membuat jutaan orang menangis terharu. Ini benar-benar cinta sejati! Dimana cinta melampaui kelangsungan hidup manusia. Jadi hargailah apa yang harus Anda hargai. Janganlah mudah menyerah demi cintamu!

Sumber: Foyuan