Jelas-jelas Gak Bodoh, Tapi Kenapa "Belajar Gak Bisa-bisa"?! Atasi Dengan "Cara Ini"!

"Aku sudah menulis 5-6 kali, tapi semuanya dihapus sama mama, aku gak mau nulis lagi!", kata seorang anak

Sponsored Ad

Tegas adalah salah satu sikap yang dibutuhkan dalam mendidik anak. Namun terkadang karena orangtua terlalu berhati-hati, ketegasan itu malah membuat anak tertekan

Sponsored Ad

Coba bayangkan, jika Anda melakukan pekerjaan yang tidak ada hasilnya, apakah Anda merasa mencapai sesuatu?Apakah Anda ingin terus melakukannya? Mungkin hal itu juga yang dipikirkan oleh anak

Ketika seorang anak dapat mengembangkan kemampuannya dan berhasil menyelesaikan tugas, secara alami rasa kepercayaan dirinya akan tumbuh. Dan ketika masalah muncul di masa depan, ia dapat dengan mandiri menyelesaikan permasalahan tersebut

Sponsored Ad

Kesalahan pembelajaran adalah ketika hanya melihat hasil tanpa melihat proses yang dilaluinya

Di sebuah sekolah, ada seorang ibu yang menjemput anaknya dan berkata: "Guru udah ajarin kamu lagu ini lama banget, kenapa kamu masih gak bisa? Kenapa anak lain udah bisa?" Begitu mendengar perkataan ibunya, sang anak pun mulai marah dan ngambek, bahkan membuat anak tersebut semakin tidak ingin belajar

Sponsored Ad

Padahal sebenarnya, hal itu karena anak-anak yang lain telah belajar berkali-kali di rumah, dan bukan hanya sekali saja sudah bisa. Yang ingin disampaikan di sini adalah, saat Anda melihat anak berusia 3-4 tahun, hal yang paling tidak mereka sukai adalah dibanding-bandingkan. Merasa kalah, membuat sang anak kehilangan motivasi

Sponsored Ad

Sejak anak berusia 2-3 tahun, anak mulai memiliki sifat tersebut, karena mereka mulai mengerti bahwa orangtuanya ingin agar mereka berperilaku baik. Di bawah ini adalah 6 cara mendidik anak yang benar:

1. Biarkan anak mencoba dan melakukan kesalahan

Ketika anak jatuh, jangan buru-buru membantunya, karena ia tidak akan tahu apa kelemahan dan kekurangan mereka. Ketika anak baru belajar menulis, jika jelek jangan buru-buru menghapusnya, biarkan anak melihat dan mempelajari, sehingga tidak terjadi kesalahan yang sama

Sponsored Ad

2. Jangan langsung memarahi anak ketika mereka berbuat salah

Anak akan menjadi gugup dan khawatir karena ia tidak dapat mencapai keinginan orangtua. Contoh: "Mama bukannya udah kasih tau makannya hati-hati, kalau gak mau nanti tumpah?!" Perkataan seperti ini justru membuat anak merasa tertekan. Berikan dorongan kepada anak untuk berubah dan kurangi menyalahkan anak

Sponsored Ad

3. Tidak merendahkan anak

Jangan menggunakan seperti itu untuk mendorong anak belajar, contoh: "Aduh, mama rasa kamu pasti gak bisa". Metode seperti ini tidak semuanya anak cocok, tergantung dari kepribadian sang anak. Terlalu sering menggunakan cara ini, dapat menyebabkan anak merasa minder dan berpikir bahwa dirinya benar-benar bodoh

4. Tidak membanding-bandingkan anak

Beberapa orangtua pasti sering bertanya: "bagaimana ujiannya hari ini?", "lombanya menang gak?", "PRnya dapat 100 gak?" Pertanyaan-pertanyaan seperti ini justru membuat anak merasa takut dan tertekan, yang pada akhirnya mempengaruhi motivasi dan kinerja anak dalam belajar

Sponsored Ad

5. Tidak membebani anak dengan pembelajaran yang tidak ada habisnya

Belajar tanpa istirahat malah membuat anak merasa jenuh dan melarikan diri. Semakin anak dipaksa untuk belajar banyak hal, yang ada ia malah merasa frustasi dan menolak

6. Tidak meragukan kemampuan anak

Dengan meragukan kemampuan mereka, maka akan mengurangi kepercayaannya kepada orangtua dan dirinya sendiri. Padahal, justru dukungan dari anggota keluarga adalah yang paling penting loh!

Sponsored Ad

Menemukan pasangan hidup yang tepat tidak mudah, begitu juga dengan membangun keluarga dan mendidik anak. Semoga artikel ini berguna ya!

Yuk like, share dan komen artikel ini!

Sumber: coco

Kamu Mungkin Suka