Hewan Ini Gak Banyak yang Tahu dan Mungkin Nggak Akan Dilihat Anak Cucumu! Apa?! Hanya Tersisa di 2 Tempat Ini!

Dalam tradisi dan kebudayaan masyarakat, kita pasti sering mendengar ada beberapa hewan yang dianggap sebagai simbol keberuntungan. Orang Indonesia sendiri mempercayai bahwa hewan tokek, walau hewan melata ini tidak begitu lucu, tapi sangat dipercaya sebagai binatang pembawa keberuntungan. Mungkin karena hal ini pulalah yang membuat harga tokek begitu tinggi. Ada pula, ikan arwana yang menjadi ikan yang bisa dihargai ratusan juta pun dipercaya bisa mendatangkan hoki.

Sponsored Ad

Selain itu, kura-kura yang merupakan hewan yang terkenal sangat lambat ini pun ternyata merupakan salah satu magnet yang bisa menarik rezeki! Ternyata, kura-kura tidak hanya dipercaya melambangkan hoki di Indonesia saja, tapi juga di Tiongkok. Menurut orang Tionghoa, banyak rahasia langit dan bumi yang tersembunyi di kura-kura merujuk pada pola rumit dan garis-garis yang terdapat pada cangkang kura-kura. Kura-kura juga melambangkan umur panjang.

Sejak zaman dahulu, banyak orang yang percaya bahwa kura-kura adalah hewan yang bisa membawa keberuntungan, dan telah menjadi salah satu makhluk spiritual yang dianggap suci. Jika kamu menempatkan patung kura-kura yang terbuat dari batu giok di rumah dikatakan dapat mendamaikan Ying dan Yang, mengatur medan magnet alami, dan bertindak sebagai penarik keberuntungan. Sebuah kura-kura yang terbuat dari batu giok juga dapat berfungsi untuk menjaga tempat tinggal, serta untuk menjamin keamanan dan kesejahteraan pemiliknya.

Sponsored Ad

Di Tiongkok sendiri dalam tidak hanya memiliki kura-kura jenis biasa yang sering kita lihat di kebun binatang. Tiongkok memiliki kura-kura yang bahkan disebut sebagai ‘Dewa Kura-Kura’ yang memiliki bentuk fisik yang berbeda dengan kura-kura pada umumnya. Kura-kura jenis ini memiliki leher yang lebih panjang dan kakinya seperti kaki bebek. Sayangnya, kura-kura jenis ini menghadapi masalah kepunahan dan sepertinya kura-kura yang tersisa pun sudah tidak bisa bertahan lama lagi.

Sponsored Ad

Menurut para ahli, kura-kura jenis ini sudah tidak terlihat lagi di alam liar. Sekarang ini hanya tersisa 1 ekor jantan dan betina yang dilindungi di Kebun Binatang Suzhou, Tiongkok. Namun, baru-baru ini ternyata ada ditemukan satu ekor di Vietnam. Dengan begitu, bisa dikatakan hingga saat ini ‘Dewa Kura-Kura’ hanya ada 3 ekor di dunia ini. Para ahli pun sangat menyayangkan jika kura-kura ini akhirnya harus benar-benar punah dan akhirnya hanya menjadi sejarah.

Sponsored Ad

Padahal para ahli mengatakan bahwa dulunya kura-kura jenis ini banyak tinggal di hilir Sungai Yangtze dan banyak juga ditemukan di sekitar Sungai Merah di daerah Yunnan. Namun, seiring berjalannya waktu, kura-kura jenis ini justru terancam punah dan penyebabnya lagi-lagi karena keserakahan manusia.

Pembangunan besar-besaran yang dilakukan malah menghancurkan habitat dari ‘Dewa Kura-Kura’. Selain itu, para ahli juga menyayangkan pihak pemerintah yang tidak melakukan tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini, misalnya dengan memindahkan kura-kura ini ke habitat baru sebelum tempat tinggalnya dihancurkan atau melakukan kegiatan budidaya. Selain itu, ada pula beberapa restoran yang bahkan dengan tega menangkap mereka dan membunuh mereka hanya demi kepuasan mulut dan perut manusia.

Sponsored Ad

Sekarang ini para ahli hanya bisa berharap pada sepasang ‘Dewa Kura-Kura’ yang ada untuk menghasilkan generasi baru. Masalahnya sepasang ‘Dewa Kura-Kura’ ini sudah berusia lanjut, sehingga sudah kecil kemungkinannya untuk melahirkan generasi baru melalui proses alami. Maka dari itu, para ahli sedang berusaha sekuat tenaga untuk menggunakan semua teknologi dan ilmu-ilmu baru untuk menyelamatkan kelangsungan spesies ini. Semoga saja bisa berhasil sehingga spesies ini terhindar dari kepunahan.

Sponsored Ad

IUCN Red List mengatakan bahwa di abad milenal ini, setidaknya sudah ada 110 hewan mamalia dan 139 jenis burung yang sudah benar-benar punah. Melihat data ini, manusia harusnya sudah mulai sadar untuk lebih mementingkan kelangsungan seluruh makhluk hidup di dunia ini! Manusia harus mulai melestarikan hewan dan tumbuhan langka, tidak berburu sembarangan, melindungi hewan dan tumbuhan langka, juga melakukan budidaya.

Perlu diingat bahwa hewan dan tumbuhan pun memegang peranan penting dalam hidup manusia. Manusia harus bisa menjaga keseimbangan ekosistem agar kehidupan di bumi ini tetap berjalan baik. Jangan sampai akhirnya manusia pun mengalami kepunahan karena menyepelekan hal ini dan tidak menjaga baik-baik ‘kekayaan’ yang telah dititipkan Tuhan pada kita!


Sumber: Foyuan