Ia Biarkan Dagangannya Dicuri. 15 Tahun Kemudian, Ia Dapat "Kejutan Besar"!

Abdul adalah seorang pria desa berusia 30an tahun. Dulunya dia bekerja di kota. Setelah istrinya melahirkan, dia pun balik kampung untuk dagang sayur bareng istrinya.

Istrinya setiap hari menanam sayuran sendiri dan Abdul sejak pagi-pagi buta langsung berjualan sayuran. Sayuran yang ditanam itu banyak, tapi yang beli sedikit. Meskipun penghasilannya gak seberapa, tapi itu cukup untuk menghidupi keluarganya. Yang penting sekeluarga bisa bersama sudah cukup.

Sponsored Ad

Hari ini, Abdul seperti biasa pergi jualan sayur di pagi hari. Kira-kira jam 10 pagi, pembeli mulai berdatangan.

Waktu jualan, Abdul gak sengaja lihat seorang bocah laki-laki yang datang ke stan jualannya. Bocah itu cuma berkeliling sebentar lalu pergi. Saat bocah itu pergi, Abdul melihat tangan bocah itu memegang sayuran. Pas lihat, Abdul kaget, dia tahu bahwa bocah itu telah mencuri sayurannya! Namun, melihat pencuri itu masih anak-anak, Abdul pun membiarkannya. 2 hari kemudian, Abdul kembali melihat bocah ini dan kembali mencuri sayurannya. Abdul melihat itu, tapi tidak mengejarnya.

Sponsored Ad

Karena Abdul berpikir apakah anak sekecil ini tidak sekolah? Kenapa setiap hari mencuri sayuran di pasar? Karena penasaran, Abdul pun bertanya pada beberapa penjual di sana tentang anak kecil ini. Semua penjual mengatakan bahwa anak ini dulu selalu menunggu kita tutup kios baru mengambil sayuran sisa yang dibuang. Dia begitu sudah setengah tahunan lebih. Semua penjual di pasar sudah terbiasa. Mendengar cerita ini, Abdul yakin bahwa anak ini mungkin punya kesulitan. Jadi, Abdul pun berencana menaruh beberapa ikat sayur di tempat yang mudah dijangkau oleh anak itu.

Sponsored Ad

Sebulan kemudian, Abdul tidak melihat anak ini lagi. Mungkin anak ini tahu bahwa Abdul sengaja menaruh sayuran di tempat yang mudah dijangkaunya. Setelah itu, kejadian ini tidak terulang kembali. Dengan begitu 15 tahun pun berlalu, Abdul masih jualan sayur, tapi setengah bulan lalu dia divonis menderita kanker perut. Mendengar berita ini, Abdul serasa disambar petir. Tapi, karena masih punya istri dan anak yang belum menikah, Abdul memilih tidak mengobati penyakitnya. Tepat, ketika keluarganya sedang dilanda kebingungan, sebuah mobil mewah datang ke rumahnya. Dari mobil itu turun seorang pemuda berusia 20-30 tahun.

Sponsored Ad

Begitu masuk ke rumah Abdul, pemuda ini terus berterimakasih. Abdul sekeluarga tampak bingung. Lalu, pemuda ini menceritakan kejadian 15 tahun lalu dan mengaku bahwa ia adalah bocah yang dulu sering mencuri di stan milik Abdul. Dulu waktu mencuri, bocah ini sangat ketakutan karena ayahnya sakit keras dan mereka gak ada uang untuk berobat, cuma bisa tinggal di rumah saja. Bocah ini tidak ingin ayahnya meninggalkannya, tapi karena tidak ada uang, ia tidak ada pilihan lain selain mencuri sayuran di pasar untuk makan sehari-hari.

Sponsored Ad

Namun, ayah pemuda ini tetap pergi pada akhirnya. Setelah ayahnya meninggal, pemuda ini merasa harus membalas budi Abdul. Waktu itu, pemuda ini diangkat anak oleh orang baik dan diajari masak. Kini pemuda itu sudah buka restoran sendiri dan bisa dibilang cukup sukses. Setelah tahu bahwa Abdul menderita kanker, pemuda ini memberikan uang sebesar 1,2 M untuk Abdul berobat. Mengetahui ini semua, Abdul merasa sangat bersyukur, akhirnya ia pun berobat dan sembuh. Orang baik pasti akan dapat balasan baik juga!

Sumber: 17moveon