NGENA! Bahagia Atau Tidaknya Pernikahan Bisa Terlihat dari "1 Hal Ini"!

Pernikahan yang bahagia akan terpancar dari raut wajah, tapi pernikahan yang tidak bahagia akan terlihat dari hal ini!

Ada ungkapan, "anak adalah juru bicara dari kebahagiaan suatu keluarga." Benar, bahagia tidaknya keluarga itu bisa dilihat dari anak mereka.

Sponsored Ad

Ada seorang anak perempuan yang hidupnya tidak bahagia sejak kecil. Ayahnya pengangguran dan sering memukul ibunya. Sedangkan ibunya adalah seorang penyabar, setiap dipukuli ayahnya, selalu diam sambil menyeka air mata.

Anak ini tumbuh dalam lingkungan keluarga tanpa cinta. Akhirnya ia pun menjadi anak gadis yang suka berkelahi dengan anak laki-laki di sekolah. Sampai pada usia pernikahan, banyak orang sekitar menasehatinya untuk segera mencari pasangan hidup. Tapi, dia sama sekali tidak suka pria, cuma suka dengan teman wanita.

Sponsored Ad

Keluarga yang tidak bahagia punya nasib buruknya masing-masing, sama seperti keluarga bahagia.

Pada awal tahun baru, perusahaan kami kedatangan karyawan magang baru bernama Toni. Penampilannya tampan dan sangat sopan, dia juga ramah dengan teman-teman kantor lain. Seluruh karyawan sangat menyukainya. Masalah apapun selalu dihadapinya dengan senyuman.

Suatu hari, aku melihat Toni bersama kedua orang tuanya. Toni sedang mengantri tiket nonton bioskop dan terlihat kedua orang tuanya bergandengan tangan, bercanda tawa tampak bahagia sekali.

Sponsored Ad

Saat Toni bertanya pada ayahnya mau popcorn atau tidak, ayahnya menolak. Tapi, ketika ibunya mau makan popcorn, ayahnya Toni segera membelikannya dan dibeli ukuran paling besar. Sejak saat itu aku mengerti mengapa Toni bisa sebahagia itu, karena dia tumbuh di lingkungan keluarga yang penuh cinta.

Setiap anak yang bahagia ini tidak dilahirkan di keluarga yang diinginkannya, tapi semua itu ada sebab dan akibatnya. Sebabnya ada pada keluarganya, akarnya ada pada kedua orang tua. Jadi, jika muncul masalah pada anak, sebagian besar itu disebabkan oleh orang tua.

Sponsored Ad

Hubungan suami istri adalah sumber kekuatan dari suatu keluarga. Jika orang tua saling mencintai, maka kepribadian anak-anaknya juga jadi ceria, hidup lebih aman, lebih stabil, lebih tahan terhadap stress dan bisa bergaul dengan baik sama orang lain.

Jika hubungan orang tua tidak baik, hidup anak akan diselimuti ketakutan dan kecemasan setiap harinya. Kekhawatiran terbesarnya bukan soal belajar, tapi apakah orang tuanya akan bertengkar hari ini? Lama kelamaan anak akan merasa tidak aman dan memiliki masalah psikologis.

Sponsored Ad

Anak yang paling bahagia di dunia ini pasti dibesarkan dengan penuh cinta, dan anak yang paling kasihan di dunia ini semuanya dibesarkan di dalam keluarga tanpa cinta.

Faktanya, pernikahan itu ibarat ayunan. Baik buruk itu normal. Anak juga sama, sulit menghindari rintangan dalam masa pertumbuhannya. Dan pertumbuhan anak itu cuma sekali dan tidak dapat diulang kembali. Jadi, kita semua harus berjuang untuk mempertahankan pernikahan. Meskipun bertengkar, kalian tetap harus bergandengan tangan, meskipun berpisah, kalian tetap harus berkumpul dengan baik dan meminimalisir kerusakan yang terjadi pada anak.

Karena kualitas pernikahan orang tua itu mempengaruhi hidup seorang anak.

Sumber: gtpositive