Istri Dicibir Saat Reuni, Ia Malah "Buka Baju" dan Bikin Semua Orang Terdiam!

Bambang tumbuh besar di desa. Ibunya sudah tiada sejak ia masih SMP. Sejak saat itu dia tinggal berdua dengan ayahnya.

Kehidupannya tidaklah mudah. Akhirnya, Bambang berhasil diterima di perguruan tinggi berkat usahanya. Waktu kuliah, Bambang punya seorang pacar, hubungan keduanya tidak buruk, tapi setelah tahu kondisi keluarga Bambang, pacarnya minta putus.

Sponsored Ad

Karena ini pertama kalinya Bambang pacaran, jadi ia merasa sangat sedih diputusin. Setelah lulus kuliah, Bambang langsung mendapat pekerjaan. Setelah beberapa tahun bekerja, ia berkenalan dengan istrinya sekarang. Waktu itu, istrinya juga orang desa, jadi kondisi keluarga keduanya tidak beda jauh. Setelah berpacaran selama setengah tahun, mereka akhirnya menikah. Meskipun waktu itu Bambang belum punya mobil dan rumah, tapi istrinya bersedia menikah dengannya.

Sponsored Ad

Bambang sangat perhatian pada istrinya. Beberapa tahun kemudian, mereka memutuskan membeli rumah di kota. Meskipun itu adalah rumah bekas, tapi Bambang sangat bersyukur. Suatu hari saat sedang bekerja, Bambang menerima telepon dari ketua kelasnya dulu, ia diundang ke acara reuni sekolah. Bambang merasa senang sekali karena akan bertemu dengan kawan-kawan lamanya.

Sponsored Ad

Saat menghadiri acara reuni, Bambang pun sedikit berdandan dan juga mengajak istrinya. Saat sedang makan bersama, mantan pacar Bambang dulu malah menertawakan istrinya karena penampilannya yang sangat buruk. Mendengar cibiran dari teman, wajah Bambang pun berubah kesal.

Istrinya buru-buru menepuk kaki Bambang menyuruhnya untuk jangan marah. Tapi, pada saat ini Bambang langsung berdiri dari kursi dan membuka kancing bajunya. Saat itu, bekas luka di bagian perut Bambang terlihat nyata dan sambil menunjuk ke arah lukanya, Bambang berkata dengan kesal, “setahun yang lalu, rumahku dilalap api. Waktu itu, istriku masuk ke dalam kobaran api untuk menyelamatkanku. Kalau bukan dia, mungkin aku sudah tidak disini lagi. Mungkin di mata kalian istriku tidak cantik, tapi di mataku, dia lebih cantik 100 kali lipat!” Mendengar hal ini, teman-teman Bambang langsung bertepuk tangan dan tidak mengejek istrinya lagi.

Catatan: cerita ini hanyalah fiksi dan gambar hanyalah ilustrasi saja.

Sumber: gohealth01