Alis Nyambungnya Selalu Dikritik, Namun "Alasan" Mempertahakannya Bikin Salut Netizen!

Mempunyai alis yang indah dan tebal adalah impian banyak perempuan.


Namun seorang model cantik bernama Sophia Hadjipanteli ini pernah merasa risih dengan alis tebalnya.


Gadis berusia 21 tahun ini sedang belajar pemasaran di suatu universitas AS.


Setiap kali Sophia mengunggah fotonya ke sosial media, dia pasti akan mendapat kritikan pedas dari netizen. Semua orang hanya memperhatikan kedua alisnya, dan bukan perasaan dari foto tersebut. Perhatian ini sudah membuatnya tidak nyaman sejak Sophia kecil.

Sponsored Ad


Komentar-komentar pedas netizen sudah tidak asing lagi. Bahkan komentar ini tidak hanya mempengaruhi dirinya tetapi juga neneknya, sepupunya dan keluarga lainnya yang juga memiliki alis tebal.


Alis tebal memang karakteristik keluarga mereka.


Sophia sempat merasa tertekan. Dia merasa alisnya membuat teman-temannya marah terhadapnya. Dia juga tidak mengerti mengapa rambut yang tumbuh pada dirinya membuat banyak orang kesal.


Sophia pernah berpikir untuk mengubah alisnya. Sebenarnya, tidak sulit untuk memperbaiki alisnya. Tetapi, dia memilih untuk mempertahankan alisnya.

Sponsored Ad

Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang lain, "Suka tidak suka, tetapi ini memang gen keluarga kita!"


Menurut Sophia, kalau tidak suka melihat fotonya maka tidak usah melihatnya. Standar kecantikan setiap orang berbeda-beda.


Sophia mulai sering mengunggah fotonya di sosial media. Dia ingin orang-orang tahu bahwa dia tidak terpengaruh dengan komentar mereka. Semua orang punya hak untuk memilih kehidupannya sendiri, memilih apa yang bagi mereka indah.

Sponsored Ad


Tidak hanya itu, Sophia juga jatuh cinta terhadap makeup.

Dia mulai mencoba berbagai macam riasan dan menunjukkan kepada semua orang alisnya.


Dia bahkan menggunakan hashtag "Alis Menyatu"


Untungnya masih ada netizen yang terus mendukungnya dan berkata bahwa dia cantik. Sophia juga mengaku bahwa dia mencintai dirinya yang seperti ini.

Akhirnya, Sophia berhasil menjadi model. Dia ingin menunjukkan keunikannya terhadap dunia. Sampai sekarang, Sophia bertemu dengan agen dari dua perusahaan model terbesar di New York Fashion Week, memperdalam tekadnya untuk semakin berani menunjukkan dirinya.

Sponsored Ad

Musim dingin lihat salju, musim semi lihat bunga, musim panas melihat laut, musim gugur melihat dedaunan.

Sponsored Ad

Keindahan musim berbeda, apalagi manusia.

Kecantikan sangat beragam, dan bahkan bisa dikatakan tidak ada standar kecantikan.

Sponsored Ad

Sophia berkata: "Terkadang, selalu ada banyak orang di sekitar kita yang mengajari kita apa yang harus dilakukan dan apa yang harus diubah.

Ketika kamu bingung bagaimana cara memilih, maka apa yang harus kamu lakukan adalah tinggalkan mereka.

Tinggalkan mereka, tinggalkan suara-suara ini, dan biarkan diri kamu bersinar dengan cara yang paling otentik."

Sumber: gigcasa

Kamu Mungkin Suka