Nita Thalia Bantah Kelumpuhan yang Ia Alami Bukan Karena Operasi Plastik Rp 1 Miliar

Setelah lakukan operasi plastik, pedangdut Nita Thalia mengaku sempat alami kelumpuhan wajah. Nita Thalia alami kelumpuhan wajah setelah melakukan prosedur operasi plastik pada tahun 2015 silam, hingga membuatnya harus melakukan terapi selama berbulan-bulan.

Sponsored Ad

Namun rupanya, kelumpuhan wajah yang Nita Thalia Alami bukanlah akibat dari operasi plastik yang ia jalani. Cerita soal pengalaman Nita Thalia operasi plastik dan sempat mengalami kelumpuhan wajah ini ia kisahkan dalam tayangan Netijen edisi 30 Januari 2019. Di hadapan Gracia Indri dan Young Lex, pedangdut Nita Thalia mengaku pernah melakukan operasi plastik demi memperbaiki bagian wajahnya.


Bukan di Korea Selatan atau negara lainnya, Nita Thalia melakukan operasi plastik di Jakarta. Tak main-main, wanita kelahiran Bandung 36 tahun silam itu rela merogoh kocek hingga Rp1 Miliar untuk prosedur operasi plastik. Nita Thalia lantas menceritakan kembali awal mula memutuskan operasi plastik pada tahun 2015 silam. Pedangdut seksi ini mengaku awalnya hanya ingin meniruskan pipinya yang chubby.

Sponsored Ad

Namun dokter yang menanganinya menyarankan untuk memancungkan hidung agar terlihat ketika pipinya sudah tirus. "Hal pertama yang aku sebenarnya pengin ilangin itu lemak di pipi," cerita Nita seperti dikutip Grid.ID dari tayangan Netijen, Jumat (1/2/2019). "Awalnya pergi ke dokter bedah plastik, soalnya dulu itu sempat perawatan klinik kecantikan, setrika wajah gitu, nggak maksimal hasilnya karena harus terus menerus dilakukan," lanjutnya.

Sponsored Ad


"Akhirnya aku konsultasi dengan dokter bedah plastik. Dokter bilang, selain ngambil lemak di pipi, hidung juga otomatis harus mancung sedikit karena itu kan supaya V shape," ujar Nita Thalia. Bukan hanya itu, Nita juga punya niatan untuk mengubah bentuk matanya. Karena menurutnya hal pertama yang dilihat oleh lawan bicara adalah bagian hidung dan mata. Alhasil, Nita Thalia pun memutuskan untuk mengubah bentuk hidung sekaligus wajahnya agar lebih tirus dan cantik.

Sponsored Ad

"Akhirnya lemak di pipi dibuang, hidup dipasang implan tapi natural dan nggak tinggi banget," tuturnya. Tetapi setelah operasi plastik itu, Nita Thalia justru mengalami bell's palsy, yaitu kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi otot wajah. Nita Thalia mengatakan penyakit bell's palsy bisa menyerang siapa saja, tak hanya orang yang melakukan operasi plastik. "Sempat 2 tahun yang lalu aku pernah bell's palsy," tuturnya.

Sponsored Ad


"Bell's palsy itu karena virus yang disebabkan AC, udara gitu." "Karena kalau misal kita tidak menjaga pola makan, tapi daya tahan tubuh kita nggak kuat, (bell's palsy) bisa menyerang siapa saja, nggak cuman yang operasi plastik," ujarnya. Terutama para pengendara motor yang memiliki kebiasaan jarang memakai helm. Orang tersebut akan lebih mudah terserang bell's palsy karena pengaruh angin yang masuk melalui telinga.

Sponsored Ad

Nita Thalia mengatakan tekanan angin itulah yang merusak saraf ketujuh di belakang telinga hingga menyebabkan ia mengalami bell's palsy. "Itu merusak saraf ke-7 yang ada di belakang telinga, jadi (bell's palsy) bukan karena operasi plastik. Akhirnya terapi selama 6 bulan dan sembuh," tuturnya. Terkait operasi plastik, Nita Thalia juga menegaskan operasi plastik yang dijalaninya bukan karena tuntutan sang suami. Nita Talia justru merasa suaminya tak pernah menuntut apapun atau membandingkannya dengan perempuan lain.


Sumber : Line Today

Kamu Mungkin Suka