Awalnya Anakku "Pemarah", Tapi Setelah Aku Pakai "Cara Ini", Ia Berubah 180 Derajat!

Baru-baru ini, aku menyadari anakku yang berusia hampir 4 tahun, sering marah. Yang paling kesalnya lagi, ia marah dengan nada tinggi


Sponsored Ad

Beberapa waktu lalu, saat ia sedang bermain dengan sang ayah, karena ayah tidak mengikuti peraturan permainan yang ia buat, ia langsung marah-marah. Dalam sehari, ia bisa marah hingga 4 kali

Sponsored Ad

Sebenarnya, kenapa anak kecil sangat suka marah?

Lawrence J. Cohen, Ph.D., seorang psikolog Amerika yang terkenal mengungkapkan bahwa setiap orang terlahir memiliki 1 gelas, dimana gelas tersebut perlu diisi dengan cinta, perasaan, dan perhatian. Untuk bayi yang masih kecil, memberikan mereka makanan, pelukan ibu dan bahasa yang lembut dapat membuat mereka merasa aman dan disayang. Untuk anak yang lebih besar, pengisian gelas tersebut akan menjadi lebih rumit. Ketika seorang anak memiliki perilaku buruk atau tingkat emosional yang buruk, maka artinya gelas yang ia miliki kosong

Sponsored Ad

Dalam artian di sini adalah bahwa anak kurang merasa disayang dan diperhatikan, membuat mereka menjadi mudah marah

Sponsored Ad

Bagaimana cara menemukan akar masalah anak yang suka marah?

Seorang psikolog percaya bahwa kemarahan yang Anda lihat hanyalah penampilan luarnya saja, seperti es yang mengapung. Dan di bawah es sebenarnya menyimpan fakta yang tersembunyi, seperti keluhan, ketakutan, kebencian, penolakan, iri hari dan lain sebagainya

Sponsored Ad

Ada banyak alasan kenapa anak suka marah, tidak seperti yang dipikirkan oleh banyak orangtua pada umumnya. Sebagai orangtua, perlu berpikir dari berbagai sudut pandang, termasuk dari sudut pandang anak, apa yang terjadi tadi, apa kebutuhan anak yang tidak terpenuhi atau apakah ia menerima perlakukan tidak adil. Temukan dulu alasannya, baru bisa mengatasi kemarahan sang anak

Sponsored Ad

Yang perlu dilakukan adalah menerima kemarahan anak dan membimbing mereka untuk mau membicarakan penyebabnya. Jika Anda malah memberikan respon negatif kepada mereka, yang ada kemarahan tersebut malah akan semakin menjadi-jadi

Di sebuah taman kanak-kanak di Amerika, seorang guru memiliki cara yang baik untuk membimbing anak-anak dalam mengekspresikan perasaan mereka dan belajar bersama.

Sponsored Ad

Contoh latihan: Ketika …… , saya merasa …….

Sponsored Ad

Contoh 1: Ketika mama lihat HP terus, saya merasa tidak dihargai

Contoh 2: Ketika ayah tidak bermain sesuai peraturan, saya merasa kecewa

Beda Tingkat Kemarahan, Beda Cara Penanggulangan

Sebelum menghadapi kemarahan anak, perlu mengajarkan anak untuk memahami apa itu marah. Taman kanak-kanak Amerika biasa mengajarkan anak untuk memahami kemarahan berdasarkan "bahasa tubuh". Contohnya: ketika tidak tahu harus ngomong apa, jantung berdetak lebih cepat, telapak tangan berkeringat, otak mulai pusing dan mengepalkan tangan

Sponsored Ad


Biarkan anak memahami apa itu marah, maka anak juga tahu bagaimana mengatur kemarahan. Trik ini tidak hanya berguna untuk anak-anak, namun juga orang dewasa. Ketika Anda tahu bahwa Anda "sedang marah", otak harus secara sadar mengingatkan diri sendiri: "Saya marah, saya harus mengatur ini"

➣1. Jika merasa tidak senang atau merasa dirugikan - silakan memberitahu orangtua bagaimana perasaan Anda  (gunakan cara di atas) → Ketika ….., saya merasa….

➣2. Jika sudah berbicara dengan orangtua dan masih merasa tidak baik, maka orangtua dapat melakukan aktivitas lain yang membuat sang anak merasa senang kembali, ubah suasana hatinya

➣3. Jika merasa tidak tahan dan sangat ingin marah → temukan tempat untuk menyendiri dan berdiam diri sejenak

Semoga artikel ini berguna ya!

Sumber: life.beeper

Kamu Mungkin Suka