Ia Direndahkan Suami karena Melahirkan 4 Anak Perempuan, Setelah Bercerai Namanya Malah Dielu-elukan

Banyak penulis-penulis hebat di dunia yang karyanya telah menjadi sebuah mahakarya yang luar biasa. Indonesia sendiri juga memiliki banyak penulis yang begitu hebat. Tidak hanya penulis pria, penulis-penulis wanita pun menunjukkan kemampuannya melalui setiap tulisan-tulisannya.

Sponsored Ad

Beberapa karya dari penulis wanita di Indonesia begitu penuh semangat dan memiliki ‘faktor X’ yang sangat dahsyat di mata pembaca. Tulisan mereka yang menarik, orisinil dan kaya dengan pemikiran-pemikiran baru, membuat karya mereka dapat menembus mata dan imajinasi lintas generasi. Buku-buku karya tulis mereka masih diminati bahkan oleh para generasi milenial.

Sebut saja nama-sama seperti Nh. Dini yang kental dengan feminism yang tulisannya selalu mengaitkan dengan kesetaraan gender pada perempuan. Karya tulisnya yang paling terkenal adalah Pada Sebuah Kapal yang terbit tahun 1972 dan Dari Parangakik ke Kamboja yang mengangkat kisah bagaimana perilaku suami terhadap istrinya.

Sponsored Ad

Selain Nh. Dini ada pula seorang dokter yang akhirnya berubah profesi menjadi penulis cerita roman, kriminal, yaitu Mira W. Karyanya yang paling terkenal adalah Di Sini Cinta pertama Kali Bersemi yang terbit tahun 1980. Beberapa karya tulisnya pun berhasil diadaptasi menjadi karya sinematografi.

Sponsored Ad

Tanpa disadari, menjadi penulis adalah sesuatu pekerjaan yang dianggap remeh oleh banyak orang, karena pekerjaan ini dianggap tidak memiliki masa depan, tidak memiliki gaji tetap dan merupakan pekerjaan yang membosankan. Padahal, menjadi penulis juga dapat memberikan kontribusi tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain.

Buktinya seperti penulis-penulis wanita Indonesia yang telah disebutkan di atas tadi, lalu ada juga tokoh penulis wanita dunia lainnya yang telah membuka mata dunia bahwa perempuan juga punya kekuatan dan kehebatannya sendiri. Hanya melalui sebuah tulisan, wanita-wanita ini mampu memberikan pengaruhnya bagi masyarakat banyak dan menginspirasi wanita-wanita lainnya. Sebut saja nama-sama seperti Agatha Christie, J.K Rowling dan Nelle Harper.

Sponsored Ad

Selain penulis wanita di atas, ada pula satu penulis wanita asal Tiongkok, yang mungkin tidak belum kalian dengar namanya, namun tidak hanya karya tulisnya, tapi juga kisah hidupnya membuat dirinya menjadi sosok yang begitu inspiratif. Siapakah dia??

Sponsored Ad

Wanita yang dimaksud adalah penulis asal Tiongkok yang bernama Su Qing. Su Qing adalah penulis wanita yang muncul saat masa Tiongkok modern, di mana Tiongkok ketika itu sedang dalam masa persimpangan antara pemikiran tradisional dan modern. Pada masa itu ada seorang wanita yang berasal dari keluarga terpandang dan berpendidikan. Ia adalah wanita yang pintar dan sangat cerdas.

Sponsored Ad

Namun, kedua orang tuanya masih sangat kolot dan akhirnya ia harus menikah dengan pria yang sudah ditentukan olehnya, yaitu Li Qin. Sejak kecil, Su Qing tidak pernah bisa melakukan apa yang ia sukai atau menentukan hidupnya sendiri, karena semuanya sudah diatur oleh kedua orang tuanya.

Su Qing pun mau tidak mau akhirnya menikah dengan Li Qin, dan Li Qin pun merupakan pria yang lahir di keluarga yang sangat kolot dan masih memegang teguh pemikiran tradisional. Li Qin sangat berharap bisa memiliki anak laki-laki untuk menjadi generasi penerus keluarga. Sayangnya, Su Qing selama 4x berturut-turut melahirkan anak perempuan, dan hal ini membuat Li Qin dan keluarganya sangat dingin, bahkan tidak menganggap bahwa dirinya dan anak-anaknya ada.

Sponsored Ad

Akhirnya Su Qing berhasil memberikan anak laki-laki pada Li Qin, walau demikian bukannya mengembalikan keharmonisan rumah tangga dan membuatnya kembali disayang, Li Qin tetap saja bersikap dingin dan tidak peduli pada Su Qing. Lebih parahnya lagi, sang suami sempat memperlakukannya secara kasar dan berkata,”Kamu ini dasar wanita tidak berguna! Kerjanya cuma diam saja di rumah!”

Mendengar kata-kata itu, Su Qing menjadi sadar bahwa sebagai wanita, tidak selayaknya selalu menjadi korban dan hanya menuruti orang lain saja. Wanita pun harusnya bisa hidup mandiri dan mencari kebahagian hidupnya sendiri! Merasa kehidupan rumah tangganya sudah tidak hangat dan tidak bahagia lagi, Su Qing yang menuntut kebahagiaan hidup akhirnya memutuskan untuk bercerai dari sang suami setelah menikah selama 10 tahun dan memulai hidup baru yang ia inginkan.

Sponsored Ad

Su Qing pun memulai karirnya sebagai seorang penulis. Salah satu karyanya yang paling fenomenal adalah karya berjudul Ten Years of Marriage. Pada karyanya ini Su Qing mencurahkan seluruh pandangan dan isi hatinya terhadap bahtera rumah tangga yang telah ia jalani selama 10 tahun. Selain itu, Su Qing pun menambahkan beberapa pandangan hidup masyarakat dan nilai-nilai kehidupan di dalamnya, sehingga memperkaya karya tulisnya ke level yang lebih tinggi.

Sponsored Ad

Karya Su Qing dianggap sebagai salah satu karya yang wajib dibaca, tidak hanya oleh wanita tapi juga para pria, karena karyanya bisa membuat pembaca melihat nilai-nilai kehidupan dari berbagai sudut pandang. Sayangnya, menginjak umur 50 tahunan, Su Qing harus melewati masa tuanya dengan penuh perjuangan.

Su Qing tinggal seorang diri di rumah tua dan sering jatuh sakit. Bertahun-tahun berjuang melawan penyakitnya, Su Qing akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di tahun 1982 di usia 68 tahun dan mengakhiri perjuangan hidupnya untuk menemukan kebahagiaan hidup.

Jika hanya dilihat dari sini, mungkin beberapa orang menganggap bahwa hidup Su Qing selamanya adalah sebuah penderitaan, bahkan di saat-saat terakhirnya. Namun, jangan lupa bahwa Su Qing adalah seorang penulis. Su Qing telah menghasilkan banyak karya tulis yang begitu hebat dan disukai oleh banyak orang.

Walau Su Qing telah tiada, tapi karya-karyanya tetap diminati lintas generasi dan namanya pun diakui sebagai salah satu penulis wanita legendaris Tiongkok. Lebih hebatnya lagi, nama Su Qing pun dianggap sejajar dengan Eileen Chang, yaitu penulis wanita yang paling berpengaruh di Tiongkok. Su Qing memang mengalami pasang surut dalam hidupnya, tapi karyanya akan abadi dan terus diingat oleh banyak orang.

Sungguh luar biasa!!!


Sumber: 365yg

Kamu Mungkin Suka