Bak Kera Sakti, Seorang Gadis ‘Terkurung’ di Puncak Gunung Es Selama 500 Tahun, Kondisinya Sekarang Setelah Ditemukan Bikin Orang Tercengang!

Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan (manusia) masa lalu melalui kajian sistematis atas data bendawi yang ditinggalkan. Maka dari itu, para arkeolog sangat senang jika menemukan penemuan-penemuan yang berhubungan dengan kehidupan manusia di masa lampau. Salah satunya misalkan seperti penemuan mayat yang masih utuh atau benda-benda unik lainnya. Bisa dikatakan, jika menemukan penemuan seperti ini pasti akan menjadi sensasi!

Sponsored Ad

Salah satunya seperti yang terjadi pada tahun 1999. Tahun 1999, sebuah tim arkeolog menemukan beberapa mumi yang masih utuh, diduga merupakan peninggalan dari Kerajaan Inca. Mumi ini ditemukan di puncak Gunung Llullaillaco yang terletak di perbatasan wilayah Antofagasta, Chile dan Provinsi Salta, Argentina yang memiliki ketinggian mencapai 6700 meter di atas permukaan laut pegunungan di Andes.

Sponsored Ad

Di antara mumi-mumi yang ditemukan itu, ada mumi seorang gadis usia 6 tahun, anak laki-laki berusia 7 tahun dan seorang gadis remaja dengan usia sekitar 13-15 tahun. Para arkeolog mengatakan bahwa karena mumi ditemukan di lapisan es pada ketinggian 6700 meter di atas permukaan laut, walau sudah ‘tertidur’ selama 500 tahun lamanya, semua bentuk fisik dari mumi yang ditemukan itu masih utuh! Suhu udara yang dingin dan kering, serta kadar oksigen yang rendah membuat mayat terawetkan secara alami.

Sponsored Ad

Ketika ditemukan, mumi-mumi ini seperti dalam keadaan tertidur lelap sambil menggunakan selendang abu-abu di bahu dan kedua tangannya diletakkan di atas lutut. Kepala berada dalam posisi menunduk karena mengalami pembekuan secara ekstrim. Terlihat bahwa mum-mumi ini terlihat berbeda dengan mumi di Mesir.

Sponsored Ad

Arkeolog pun dibuat semakin tidak percaya dengan penemuannya ini, karena setelah diteliti melalui pemeriksaan CT Scan, menunjukkan bahwa organ internalnya utuh, begitu juga dengan otak yang tidak mengalami kerusakan, bahkan terdapat sedikit darah di bagian jantung.

Kemudian tim peneliti di University of Bradford berhasil menemukan rahasia penyebab meninggalnya mumi-mumi ini berdasarkan analisa dari bagian rambut. Salah satu mumi yang merupakan gadis usia 13-15 tahun diketahui mendapat asupan minuman keras serta daun koka pada bulan-bulan terakhir sebelum meninggal dan akhirnya meregang nyawa sebagai korban persembahan ritual. Mumi gadis tersebut bersama mumi lainnya sengaja ditinggal di puncak gunung agar meninggal kedinginan sebagai persembahan untuk dewa.

Sponsored Ad

Mereka dipilih sebagai persembahan karena rupanya yang rupawan, dan anak-anak dipilih karena suku Inca percaya bahwa anak-anak adalah makhluk yang polos. Peneliti juga menemukan bahwa gadis tersebut mengidap penyakit seperti tuberkulosis. Peneliti berharap penelitian lanjutan terhadap mumi-mumi ini bisa membawa informasi penting bagi perkembangan dunia medis dan siapa tahu bisa memberi manfaat bagi kehidupan manusia modern.

Kalau melihat penampakan mumi-mumi ini benar-benar seperti manusia pada umumnya ya! Sampai sekarang mumi yang kemudian diberi nama La Doncella ini dipajang di salah satu museum di Argentina~


Sumber: Funkula

Kamu Mungkin Suka