Kenapa Anak Berbakti Malah "Tidak Dianggap" Orang Tua? Jawabannya Nusuk!

Dalam sebuah keluarga yang anaknya banyak, pasti ada fenomena "pilih kasih". Biasanya keluarga yang anaknya banyak, anak yang paling berbakti itulah yang "paling tidak diperhatikan" oleh orang tua. Apa kamu menyadarinya?

Sponsored Ad

Mungkin ini tidak terjadi dalam setiap keluarga, tapi ada banyak keluarga yang memiliki fenomena seperti ini. Anak yang paling berbakti kepada orang tua justru malah diperlakukan tidak adil dan tidak begitu dianggap oleh orang tua. Kenapa bisa begitu? Alasannya ada 2!

Sponsored Ad

Biasanya orang tua lebih suka sama anak yang "bermulut manis"

Anak yang bermulut manis biasanya lebih disayang orang tua, walaupun mereka tidak berbuat apapun untuk orang tua. Sedangkan, anak yang berbakti, tidak peduli seberapa banyak yang telah mereka lakukan, tetap saja kalah sama anak yang pandai bermulut manis.

Sponsored Ad

Anak yang berbakti suka melakukan banyak hal yang nyata, suka mengatur, ada apa ngomong apa, terus terang. Orang tua tidak suka itu.

Malahan anak yang tidak melakukan apa-apa, tidak ada hal nyata, tapi pintar berbicara, mengambil hati orang tua, malah menjadi anak kesayangan orang tua dan selalu dibela oleh orang tua.

Tidak adil bukan?

Sponsored Ad

Anak yang berbakti biasanya "terlalu jujur"

Takut dengan yang keras dan menindas yang lemah adalah sifat alami manusia, tidak terkecuali orang tua.

Anak yang berbakti biasanya terlalu jujur, tidak pernah mau berebutan dan selalu mengalah, tidak mau berdebat. Lama-kelamaan, orang tua otomatis menganggap itu adalah hal lumrah, sehingga jika ada apa-apa, merekalah yang disuruh mengalah demi saudara-saudara mereka, tidak peduli mereka benar atau salah.

Sponsored Ad

Anak yang berbakti juga cenderung patuh kepada orang tua, sehingga orang tua jadi terbiasa dan menganggap itu adalah hal yang seharusnya. Sekali anak berbakti itu tidak patuh, maka orang tua akan langsung mencap anak itu sebagai anak yang durhaka.

Sponsored Ad

Fenomena ini masih sering terjadi di keluarga yang berpikiran tradisional dan banyak anak. Hal ini bisa terjadi dikarenakan anak selalu dididik untuk berbakti pada orang tua, namun tidak ada yang mengajarkan kepada orang tua agar jangan pilih kasih terhadap anak.

Sponsored Ad

Ada anak yang sudah melakukan semuanya untuk berbakti pada orang tua malah tidak disayang. Sebenarnya penyebabnya cukup sederhana.

Orang tuamu tidak mencintaimu.

Tidak peduli seberapa berbakti kamu pada mereka juga tidak akan mengubah kenyataan tersebut.

Orang tua yang mencintaimu tidak akan menuntut apapun darimu.

Orang tua yang tidak mencintaimu akan selalu menuntut ini itu darimu.

Sponsored Ad

Jika orang tua benar mencintaimu, mereka akan selalu berdiri di sisimu, membelamu dan memikirkan dirimu. Mereka tidak akan menuntut terlalu banyak darimu.

Sedangkan jika mereka tidak mencintaimu, mereka tidak akan memikirkanmu, malah akan terus menuntutmu untuk berbakti pada mereka.

Misalnya, orang tua yang lebih sayang anak laki-laki daripada perempuan. Mereka pasti tidak akan memaksa anak laki-laki mereka untuk melakukan sesuatu untuk mereka, tapi menyuruh anak perempuan mereka untuk melakukan ini itu untuk mereka.

Sponsored Ad

Banyak anak yang sudah melakukan yang terbaik, berbakti kepada orang tua, tapi tetap saja tidak mendapat kasih sayang dari orang tua, karena mereka memang bukan anak kesayangan. Orang tua malah "mengambil" dari mereka dan menuntut mereka untuk berbakti, atau malah membantu saudara-saudari mereka. Semua yang mereka lakukan dianggap "sudah seharusnya".

Sedangkan anak yang paling disayang itu, orang tua tidak pernah menuntut mereka apapun, malah menuruti keinginan mereka, selalu memikirkan mereka. Asal ada apa, pasti ingin diberikan kepada anak kesayangan itu. Bahkan ada orang tua yang mengambil dari anak yang berbakti untuk diberikan kepada anak kesayangan itu.

Jadi tidak ada gunanya. Orang tua yang tidak sayang padamu, tidak peduli seberapa keras kamu berusaha, berbakti kepada mereka, tetap saja hati mereka tidak di kamu.

Jadi lebih baik tidak usah susah-susah. Kamu harus tahu kapan harus patuh, kapan harus menolak. Jika melihat ketidakadilan, jangan terima, tapi utarakan. Jangan mau diperlakukan dengan tidak adil, sekalipun itu oleh orang tua sendiri.

Sebagai anak, kita tentu harus melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab kita. Tapi yang di luar itu, kita harus berani menolak. Kita sendiri sebenarnya pasti bisa merasakan, apakah orang tua kita benar sayang sama kita, atau cuma memanfaatkan kita.

Sebagai orang tua, perlakukanlah anak Anda dengan adil. Jangan pilih kasih. Anak bisa merasakan itu. Jangan sampai Anda menyesal karena anak yang sudah Anda kecewakan itu adalah anak yang paling berbakti dari semuanya.

Sumber: dmadvanced

Kamu Mungkin Suka