Pria Ini Membangun "Rumah Telur" Dengan Biaya 8 Juta, Begitu Tahu "Alasan Dibaliknya" Netizen Jadi Heboh!

Menghadapi kemajuan zaman dan harga perumahan semakin tinggi, selalu ada saja ide-ide unik yang dapat diciptakan manusia. Seperti anak muda yang satu ini, menghadapi tingginya tarif sewa rumah di Beijing, anak muda ini melakukan hal menakjubkan dan kini menjadi sorotan masyarakat di Beijing dan juga netizen. Ayo, mari kita lihat apa yang ia lakukan?

Sponsored Ad

Dai Haifei, seorang anak usia 24 tahun lulusan arsitek di Beijing, Cina, menemukan solusi cerdas untuk hidup bebas dari biaya sewa rumah. Ia membangun sendiri sebuah rumah berbentuk telur yang tenaganya didukung oleh matahari. Pembangunan rumah ini hanya memerlukan biaya sekitar 6 ribu yuan atau sekitar Rp 8,7 Juta.


Sponsored Ad

Dai Haifei berasal dari desa Shaoyang, Hunan. Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya bekerja sebagai pembantu kebersihan di sebuah perusahaan. Dai Haifei disekolahkan di perguruan tinggi Hunan, sebelum lulus ia kerja magang di sebuah perusahaan desain arsitektur di Beijing. Setelah lulus, ia pun menjadi pekerja tetap di perusahaan itu. Kalau dihitung dari gaji kedua orangtua Haifei, mereka harus bekerja selama 2-3 ratus tahun kemudian baru bisa membeli rumah di Beijing.

Sponsored Ad

Pada awal tahun, perusahaan tempat ia bekerja mengadakan sebuah pameran, di sana ia melihat sebuah proyek desain yang disebut "Telur yang Berada di Kota", yang merupakan gubuk berbentuk telur. Ia pun memutuskan untuk menggunakan konsep desain ini untuk membangun rumah untuk dirinya sendiri. Kemudian, Dai Haifei meminjam lebih dari 6.400 yuan dari sepupunya, sebagai biaya pembelian bahan bangun. Dengan bantuan beberapa teman sekolahnya, ia menghabiskan waktu selama satu atau dua bulan untuk membuat gubuk berbentuk telur ini.

Sponsored Ad

Haifei bekerja dari jam 8 pagi setiap hari sampai jam 12 malam. Sekali ia pulang kerja, ia bisa langsung kembali ke gubuknya. Letak gubuknya pas di bawah perusahaan tempat ia bekerja.Tetapi setelah memasuki musim dingin, suhu di dalam gubuk hanya sekitar 3- 4 derajat. Gubuk kecil ini diisi dengan perabotan yang sederhana, lebar tempat tidur sekitar satu meter. Pada ujung tempat tidur, disediakan tangki air, ada sistem tombol tekanan untuk keperluan mencuci.

Sponsored Ad

Bagian luar gubuk ini terbuat dari potongan bambu, serpihan kayu, tas karung dan biji rumput yang diharapkan dapat tumbuh di musim semi. Ia sudah tinggal di gubuk kecil selama 2 bulan. Karena tidak ada beban sewa rumah, Haifei lebih bisa menikmati hidupnya di Beijing. Kadang-kadang pergi ke kedai kopi, melakukan aktivitas olahraga seperti renang setelah selesai kerja.

Sponsored Ad

Sayangnya, karena gubuknya berada di pinggir jalan dan mempengaruhi keindahan rumah masyarakat lain, Haifei pun diminta untuk pindah. Padahal, Haifei sudah menghabiskan banyak uang untuk gubuknya. Selain 6.400 yuan yang dihabiskan untuk biaya pembangunan, dia menghabiskan 3.000 yuan lagi untuk memasang perlengkapan lainnya.

Sponsored Ad

Tantangan Haifei tidak selesai begitu saja, gubuknya terancam harus dibongkar, berhubung gubuk tersebut dianggap ilegal karena berada di pinggir jalan dan tidak ada surat izin bangunan, dsb. Ada juga beberapa netizen yang kagum melihat ide uniknya lalu membelanya dan berkata: "masyarakat harus toleransi, kekreatifan anak muda ini lebih penting daripada keindahan kota.”

Sponsored Ad

Gubuk yang berbentuk telur itu memang sangat menarik perhatian masyarakat, sebagian orang mendukung Haifei tetap tinggal di gubuk itu, sebagian orang tidak. Dengan alasan gubuk bambu tidak cocok untuk dijadikan sebagai tempat penginapan, mereka juga berpendapat 6000 yuan untuk rumah yang tidak pasti ini jauh lebih mahal dari pada membayar uang sewa 1000 yuan setiap bulan.

Sponsored Ad

Dai Haifei akhirnya mengaku bahwa sebenarnya, orang tuanya ingin membantu Haifei membeli rumah, tetapi ia sendiri tidak ingin tinggal di kota terpencil, tidak ingin menghabiskan uangnya untuk menyewa rumah, apalagi menghabiskan biaya dan waktu transportasi berjam-jam untuk pergi bekerja. Tetapi inilah yang dihadapi Dai Haifei, harga rumah yang semakin hari semakin mahal membuat semua impiannya gagal!


Kekreatifan Dai Haifei memang luar biasa, bagaimana menurut kalian sob? Apakah kamu termasuk pihak yang mendukung Haifei tinggal di gubuk itu? Atau bukan?

Sumber: story

Kamu Mungkin Suka