Secinta-cintanya Sama Pasangan, Kamu "Harus Jaga Jarak?!” Maksudnya Nancep!

Dalam kehidupan sehari-hari, saya telah mendengar banyak pasangan yang tidak hidup bahagia, sering bertengkar bagaikan Tom dan Jerry, dan berujung pada perang dingin.


Sponsored Ad

Jelas-jelas mereka memasuki jenjang pernikahan atas dasar cinta. Namun tak lama pernikahan itu berujung pada perceraian dan mereka mengaku telah menyesal karena menikah dengan orang yang salah. 

Seperti yang dialami pasangan ini:

Inov adalah seorang pegawai yang bekerja di bagian penjualan perusahaan, sedangkan sang istri bekerja di perusahaan logistik. Ketika saya bertanya pada Inov tentang pernikahannya, Inov menjawab "secinta-cintanya sama pasangan, kamu harus tetap menjaga jarak. Kalau tidak, hatimu akan merasa lelah dan merasa tidak bisa hidup sendiri."

Sponsored Ad


Karena kurangnya "kepercayaan", menjadikan kita mudah untuk “berpikir berlebihan”, sehingga tidak memberikan ruang pada pasangan kita.

Sponsored Ad

Misalnya ketika Inov pergi belanja dengan adik perempuannnya. Karena sibuk membawa belanjaan, Inov tidak menjawab telepon dari sang istri, maka sang istri mudah berprasangka buruk.


Sponsored Ad

Ketika Inov harus lembur dan terpaksa harus pulang malam. Sang istri pun jadi berpikiran aneh-aneh dan mencurigai Inov.

Karena rasa lelah itu, mereka berdua memutuskan untuk bercerai. "aku menyesal telah menikah dengan orang yang salah!" 


Sponsored Ad

Wahai pria dan wanita, jika dari awal Anda merasa pasanganmu tidak baik untukmu, mengapa Anda harus masuk ke jenjang pernikahan?

Faktanya banyak orang yang sudah membangun cinta setahun sebelum menikah. Pada saat itu kita sudah mengetahui karakternya, kebiasaan, dan setiap kekurangannya. Namun saat menikah, Anda malah berkata salah pilih orang.

Sponsored Ad

Bagaimanapun, itu adalah pilihan Anda sendiri!


Sponsored Ad

Saya telah mendengar beberapa kasus dimana setelah wanita menikah, ia malah membenci suaminya karena ia tidak memiliki banyak uang. Ada juga pria yang setelah menikah, malah membenci istrinya karena sudah tidak lemah lembut dan cantik lagi.

Saat kamu memilih, kamu harus bertanggung jawab dan menerima konsekuensinya.

Namun di lain sisi, masih banyak juga pasangan yang masih hidup rukun, harmonis, dan saling membahagiakan. Pertanyaannya, apa rahasia dari hubungan mereka?

Sponsored Ad

Untuk mendapatkan jawaban ini, saya mewawancarai 6 pasangan yang sudah menikah lebih dari 7 tahun dan memiliki anak:

Pasangan pertama: 8 tahun menikah, rahasia utamanya bicara dari hati

Sebenarnya pasangan ini telah menjalani kehidupan bersama selama 11 tahun. 3 Tahun pacaran dan 8 tahun menikah.


Sponsored Ad

Dari awal mereka bersama, ada kesepakatan diantara keduanya, yaitu tidak mau ada rahasia. Jika ada masalah, pasti salah satu pihak harus jujur dan berkomunikasi dengan pihak satunya. Bahkan jika keduanya bertengkar, mereka akan mengatakan seluruh isi hatinya dan saling mengeluarkan perasaan tidak nyaman tersebut.

Selain itu, mereka juga bersepakat sebulan sekali harus pergi makan keluar bersama. Lalu di malam harinya tidak main Hp, tidak nonton TV, tidak sibuk sendiri, dan hanya berbaring bersama di tempat tidur, sambil membicarakan masalah yang terjadi di bulan itu.

「夫妻吃飯」的圖片搜尋結果

Komunikasi adalah bagian yang sangat penting dari sebuah hubungan.

Pasangan kedua: 10 tahun menikah, rahasia utamanya saling menopang, tapi mandiri

Karin adalah seorang manajer dan suaminya adalah seorang wakil presiden perusahaan. Keduanya bekerja di gedung kantor yang sama, itulah mengapa akhirnya mereka bisa menikah.


Sang suami adalah pria yang manja, ia suka berbaring di atas pelukan Karin dan tidur setelah menunggu Karin tertidur. Begitu juga dengan Karin, selalu masak masakan kesukaan suami.

Namun ketika mereka bekerja, mereka menganggap bahwa pasangannya adalah patner kerja, dan mereka sangat mandiri.

Prinsip mereka, jika ada masalah kecil maka harus diselesaikan sendiri. Jika ada masalah besar, maka harus diselesaikan bersama dan saling berdiskusi. Penghasilan mereka tidak sedikit, ada buku tabungan bersama di rumah, dan setiap orang menaruh setengah dari gaji bulanannya ke dalam tabungan bersama itu.

Pasangan ketiga: 9 tahun menikah, rahasia utamanya menganggap pasangan adalah orang yang penting

Hubungan istri dan mertuanya sangat baik, begitu juga hubungan orangtua suami dan orangtua istri sangat baik.


Ketika mereka bersama, keluarga istri tidak pernah memandang rendah keluarga suami, begitupun sebaliknya. Mereka saling menghargai dan menganggap pasangan mereka sangat penting dan berharga!

Ketika sang suami membawa istrinya pergi ke kampung halamannya, awalnya teman-temannya menghina dan melarangnya pergi ke tempat yang kotor. Namun sang istri berkata “keluarga suamiku jauh lebih penting daripada ketidaksukaanku pada tempat yang kotor”

Pasangan keempat: 16 tahun menikah, rahasia utamanya jangan abaikan perkembangan diri

Lili hamil di tahun kedua setelah ia menikah. Namun karena kondisi tubuhnya tidak baik, dokter menyarankan Lili berhenti bekerja dan banyak istirahat di rumah.


Selama kehamilan, Lili membeli buku yang berkaitan dengan bisnisnya. Ia belajar sampai akhirnya membuka sebuah bisnis online. Walaupun penghasilannya tidak banyak, tapi Lili merasa puas karena ia bisa mandiri dan terus berkembang.

Sampai anaknya lahir dan duduk di bangku kelas 1, Lili pun kembali kerja di kantoran. Awalnya sang suami khawatir karena Lili sudah 8 tahun tidak bekerja dan akan sulit beradaptasi.

Namun Lili berkata “selama ini aku telah terbiasa menjalankan bisnis onlineku, tidak akan banyak perubahan!”


Akhirnya sang suami mengijinkan Lili kembali dalam dunia perkantoran dan mereka memiliki rumah tangga yang bahagia.

Dari kisah ini kita bisa belajar bahwa pentingnya mendukung perkembangan diri pasangan kita. Dan satu lagi, rasa kepercayaan pada pasangan kita adalah kunci dari sebuah pernikahan.

Pasangan kelima: 32 tahun menikah, rahasia utamamanya saling menjaga dan mempertahankan

Celi adalah pasangan yang paling lama menikah diantara pasangan lainnya. Ketika kami berbicara tentang bagaimana membuat hubungan menjadi lebih baik, Celi berpikir lama dan berkata, "Suamiku sangat bisa menjaga keluarga, aku sangat bisa mempertahankan keluargaku”

Sejak pembicaraan dengannya, saya baru tahu bahwa mereka menikah setelah 6 tahun berpacaran dan dikarunia anak pertama setelah memasuki pernikahan ketiga. Awal pernikahan, rumah tangga mereka sering mengalami pasang surut.

Suami Celi bekerja di pabrik tahu. Namun karena pabriknya mengalami kemunduran, sehingga pabriknya bangkrut, dan suaminya terpaksa tidak memiliki pekerjaan lagi.


Suami Celi pun sempat berpikir untuk pindah kota ke daerah utara, karena di sana lebih banyak kesempatan. Namun Celi melarang “di utara itu dingin, lagian kasian anak kita. Lebih baik kita tetap tinggal di sini, tidak apa-apa dengan gaji yang lebih rendah, asalkan kita bahagia!”

Sejak saat itu, Celi mencatat semua pengeluaran keluarga dan belajar bagaimana mengelola uang dengan sehemat mungkin. Selain menjaga rumah tetap rapi, anak-anak juga diajarkan bagaimana menjadi anak yang patuh, serta biaya keuangan keluarga diatur dengan baik.

Karena suami Celi tahu, betapa berjuangnya Celi mempertahankan rumah tangga, sang suami pun berusaha menghindari ngumpul-ngumpul dengan temannya. Setelah pulang kerja, ia selalu buru-buru pulang untuk makan dan bermain bersama keluarganya.


Sekarang keduanya telah menikah lebih dari 30 tahun, namun mereka masih mempertahankan keluarga yang harmonis dan bahagia.

Pasangan keenam: 12 tahun menikah, rahasia utamamanya saling mendukung dan memberi semangat

Sisi adalah manajer umum di sebuah perusahaan kecil. Namun ketika ia menikah, ia memutuskan untuk keluar dari tempat kerjaanya dan membuka bisnis sendiri.


Namun awal-awal membuka bisnis, Sisi mengalami kerugian besar. Ia mengalami kerugian sebanyak 400 juta. Ia sempat pingsan dan ingin menyerah saja.

Tapi sang suami selalu memberikan dorongan dan dukungan pada istrinya “sayang, ayolah! Ini adalah impianmu. Kamu harus mempertahankan, jangan khawatir tentang perekonomian keluarga kita, biar aku saja yang handle”

Karena dukungan dan semangat dari suaminya itu menjadikan Sisi semakin kuat dan termotivasi untuk bangkit dan maju kembali. Sekarang bisnis Sisi mulai berkembang dari hari ke hari.


Banyak orang berkata bahwa Sisi beruntung menemukan suami yang sabar dan sangat baik. Namun sang suami berkata “aku tidak mungkin memiliki kehidupan yang baik jika aku tidak mempunyai seorang wanita yang baik pula!”

Sampai suatu ketika usaha suami Sisi bangkrut. Suaminya berpikir bahwa Sisi akan meninggalkannya. Namun Sisi malah memberikan bisnisnya untuk suaminya kelola.


Memberikan dukungan satu sama lain menjadikan pernikahanmu semakin kuat dan kokoh.

Dari cerita keenam pasangan di atas, sebenarnya saya masih banyak mewawancarai pasangan lainnya. Ketika saya tanya ‘apa rahasia utama pernikahanmu?’ Mereka menjawab bahwa kita harus mengekspreasikan cinta kepada pasangan kita, saling toleransi, saling memahami satu sama lain, dll.

Setiap orang memiliki cara mereka sendiri untuk bertahan dalam pernikahan. Saya juga percaya bahwa setiap pernikahan yang bahagia memiliki rahasianya sendiri.

Sumber: Shareit 

Kamu Mungkin Suka