Anak Ini Merengek Minta "Main HP". Gak Sangka "Respon" Sang Ibu, Bikin Ia Jera!

Baru-baru ini ada sebuah kisah menarik dari seorang bunda bernama Tingting. Ketika Tingting melahirkan bayinya yang bernama Una, setengah tahun kemudian Tingting kembali ke dunia kerja dan Una dititipkan di rumah neneknya.


Sponsored Ad

Selama Una tinggal di rumah nenek, Una memiliki kebiasaan buruk bermain Hp sepanjang hari. Bahkan saat makan pun sang nenek harus meletakkan Hp di atas meja dan menayangkan video kartun, baru Una mau makan.


Sponsored Ad

Tingting juga berpikir bahwa Una masih kecil, tidak apa-apa jika anak kecil masih dimanja.

Setiap kali Tingting berkata “Ayo Hp-nya ditaruh dulu, matanya biar istirahat dulu” Namun pada kenyataannya Una selalu main Hp lebih dari satu jam.

Akibatnya tak lama, penglihatan mata Una berkurang, dan baru berusia 5 tahun ia terpaksa sudah memakai kacamata.


Sponsored Ad

Sang guru juga mengatakan bahwa sejak Una main Hp, ia tidak tertarik dengan kegiatan lainnya dan ia juga sulit berkonsentrasi.

Berbeda dengan teman sekelas Una yang bernama Leo. Ibu Leo pernah bercerita saat Leo mau meminjam Hp untuk bermain, tapi ibunya langsung berkata “mama ajak kamu ke kebun binatang saja, di sana lebih seru dan menarik”


Sponsored Ad

Sejak saat itu Leo tahu bahwa dunia luar jauh lebih menarik daripada Hp. Makanya Leo tumbuh jadi anak yang selalu ingin tahu dan mudah konsentrasi.

Dua respon berbeda dari orangtua ini menghasilkan 2 anak yang berbeda pula. Makanya perawatan orang tua menentukan karakter dan fokus anak.

Oleh sebab itu, saat anak merengek minta Hp, ingatlah beberapa poin ini:

1. Alihkan perhatian anak dan beritahu bahwa dunia luar jauh lebih menarik


Sponsored Ad

Banyak anak yang melawan ketika tidak diberi Hp, itu karena cara orangtua yang salah dalam memberikan alasan. Makanya cara terbaik adalah mengalihkan perhatian anak, beritahu bahwa dunia luar jauh lebih seru dan menarik daripada sekedar main Hp. Dijamin anak akan belajar mengerti dan membandingkan mana hal yang baik atau buruk untuknya.

2. Kembangkan hobi dan kesukaan anak sejak kecil


Sponsored Ad

Penting bagi orangtua untuk mengembangkan berbagai hobi dan ketertarikan anak sejak kecil. Misalnya dileskan piano, balet, basket, dll. Karena pada saat anak memiliki sebuah kesukaan, ia akan fokus dengan hal tersebut dan tidak akan menghabiskan waktu dengan hal-hal percuma seperti main Hp. Atau orangtua juga bisa membelikan mainan yang menginspirasi dan melatih kemampuan anak-anak. Misalnya lego, menyusun balok,  teka-teki, kotak musik, mobil dan pesawat remote control.

Sponsored Ad

3. Tahu bagaimana cara menolak anak dengan alasan yang jelas


Secara umum, anak dua atau tiga tahun sudah memiliki penilaian dan pemahaman dasar. Makanya orangtua bisa memberitahu alasan yang tepat sejak ia dini : main Hp dalam waktu yang lama akan melukai matamu, nanti kamu akan pakai kacamata, dan kacamata itu sungguh tidak nyaman lho!

Sponsored Ad

Atau juga kamu bisa memberikan sebuah ‘tugas kecil’ padanya : selesaikan dulu puzzle ini, nanti kamu baru bisa main Hp selama 10 menit. Dengan cara ini anak juga mengerti bahwa main Hp bukanlah pilihan pertama.

Selain itu juga ada seorang ibu mengaku bahwa kepalanya pusing akibat ulah sang anak. Pasalnya sang anak punya kebiasaan terus bermain Hp, sampai-sampai ia tidak bisa tidur kalau tidak main Hp.


Sponsored Ad

Semua bermula ketika anaknya yang bernama Dodi diberikan pinjaman Hp agar ia tidak menangis. Tapi siapa sangka, main Hp malah jadi sebuah kebiasaan buruk yang ia lakukan setiap hari.

Sekarang kalau sang ibu tidak memberikan Hp, pasti Dodi akan merengek nangis di lantai, sampai ia benar-benar bisa mendapatkan Hp.


Beberapa waktu yang lalu, sekelompok psikolog membuat banyak orang tua merenungkan kembali metode pendidikan mereka sendiri. Dan juga menyadari bahaya mengerikan dari bermain ponsel, iPad, dan menonton TV :

Rata-rata anak bermain Hp selama setengah jam setiap hari, dan berkedip lebih dari 7 kali per menit, akibatnya penglihatan akan menurun tajam. Selain itu, semakin banyak anak-anak bermain di ponsel dan menonton TV sepanjang harinya. Bahkan anak-anak berusia dua atau tiga tahun sudah terlatih memotong buah dengan pisau dan bermain zombie di Hp mereka.


Sedangkan orangtua jaman sekarang, banyak yang sibuk dengan karirnya sendiri, sehingga menghabiskan sedikit waktu bersama anak-anak. Kelelahan bekerja juga membuat mereka tidak punya waktu untuk mengurus kehidupan spiritual anak-anak.

Faktanya, setiap anak adalah guru kita, yang akan membuat setiap ayah dan ibu menjadi lebih baik dan mampu menangani urusan anak-anak. Ini adalah kesuksesan orangtua yang sesungguhnya!

Sumber: Coco