Gara-gara Kasih Nama Palsu, "Hal Tak Terduga" Ini Terjadi Pada Putriku!

Namaku Lenny, hari ini aku berencana membawa putriku pulang ke rumah ibu mertua. Aku menggendong putriku yang berusia 2,5 tahun naik kereta dan duduk dekat jendela.

Sponsored Ad

Baru sebentar di kereta, ada seorang ibu kira-kira usianya 60 tahun duduk di sebelahku. Dia juga membawa seorang anak kecil yang usianya sekitar 7-8 tahun.

Ibu itu terlihat sangat ramah dan terus mengajakku ngobrol. Tiba-tiba putriku nangis dan dia malah membantu menenangkan putriku.

Sponsored Ad

Ibu itu terus mengingatkanku untuk berhati-hati dan memperhatikan barang bawaanku sendiri.

Saat aku sedang menenangkan putriku, anak kecil yang dibawa ibu itu masih menggoda putriku untuk bermain.

Sponsored Ad

Putriku ini sangat nakal dan selalu tertarik dengan segala hal. Kadang-kadang ia menyentuh rambut dan baju ibu itu, tapi untungnya ibu itu tidak merasa terganggu.

Aku berpikir ibu itu adalah wanita yang baik. Dia mengajakku ngobrol dan banyak bertanya tentang putriku.

Kita ngobrol tentang cara urus anak dan ibu itu bercerita tentang bagaimana cucunya lahir, berapa beratnya dan lain-lain. Aku pikir ini topik yang biasa, jadi saat dia bertanya balik tentang kelahiran putriku, aku gak curiga. Kemudian, kita membahas tentang cara urus anak lagi. Ibu itu bertanya putriku minum susu apa, berapa banyak dan lain-lain.

Sponsored Ad


Kemudian, ibu itu bertanya kapan putriku lahir, aku langsung merasakan keraguan di hatiku dan mengatakan pada ibu itu bahwa aku sudah lupa.

Sponsored Ad

Setelah itu, aku menggendong putriku ke toilet dan ibu itu ikut mengantar dan menunggu kami. Setelahnya masih menemani kami kembali ke kursi. Sampai orang-orang sekitar mengatakan bahwa ibu itu sangat baik.

Ibu itu juga memberikan jimat untuk putriku, katanya demi keselamatan. Aku pun berterima kasih padanya.

Sponsored Ad

Tiba-tiba ibu itu menanyakan nama lengkap putriku. Kenapa dia penasaran banget? Buat apa tanya nama lengkap anakku?

Hatiku merasa tidak enak, bagaimanapun dia adalah orang asing, jadi aku sedikit waspada dengan mengatakan nama anakku adalah Luna Agustin. Padahal sebenarnya nama anakku adalah Ellie Anggraini.

Sponsored Ad

Kemudian, saat turun dari kereta, ibu itu bertanya lagi apakah ada yang menjemputku? Aku berkata tidak ada dan ada taksi yang akan mengantarku ke rumah mertua karena dekat.

Lalu, saat sebuah taksi berhenti di hadapan kami, ibu itu mendekat dan seperti ingin menggendong putriku berkata: "terima kasih sudah menggendong cucuku, aku mesti ke pintu keluar selatan, biar aku yang gendong saja."

Sponsored Ad

Aku pun terkejut dan berkata, "maksud ibu apa ya?"

Tiba-tiba ibu itu marah dan menunjuk aku: "dasar penjahat! Ngapain kamu gendong cucu saya? Lepasin gak!"

Sponsored Ad

Aku langsung benar-benar kaget saat itu ditambah banyak orang melihat ke arah kami. Tiba-tiba seorang wanita datang berlari menghampiri aku berkata, "Luna, mama kangen kamu."

Dia bahkan berani ingin menggendong putriku dan semakin banyak orang menunjuk-nunjuk ke arahku, bahkan ada yang berbisik-bisik mengataiku.

Awalnya aku ingin lapor polisi, tapi kedua tanganku sedang menggendong putriku dan aku gak berani melepaskannya. Aku pun berteriak marah, "ini anak saya! Apa hubungannya sama kalian?!"

Aku ketakutan sampai gemetaran dan wanita itu malah mengataiku sakit jiwa menggendong anak orang dan tidak mau melepaskannya. Lalu, putriku menangis keras!

Ada yang lapor polisi dan wanita itu terus meyakinkan orang sekitar bahwa putriku adalah anaknya dengan mengatakan tanggal lahirnya, minum susu apa dan info penting lainnya.

Waktu itu aku sampai terkejut dan menyadari bahwa itu semua adalah apa yang aku jawab waktu di kereta! Untungnya aku memberikan nama palsu anakku.

Aku pun bertanya pada mereka, "kalau kamu bilang ini anakmu, siapa nama lengkapnya?"

Wanita itu berkata, "Luna Agustin." Aku berkata padanya, "ngaco! Nama putriku ini Ellie Anggraini! Luna Agustin adalah nama palsu yang aku berikan waktu ibu itu nanya di kereta (sambil menunjuk ibu tadi)."

Seketika mereka langsung terdiam. Aku pun meneriakkan nama putriku dan putriku langsung memeluk erat diriku. Kemudian, orang-orang sekitar mulai memarahi mereka.

Lalu, ibu beserta wanita dan cucunya kabur sebelum polisi sempat datang.

Aku membawa putriku pulang ke rumah dan di depan sudah ada suami yang menunggu, aku memeluk suami dan menangis. Tanganku ini masih bergetar dan memeluk erat putriku. Kalau aku lepaskan ini, rasanya putriku pasti gak bakal kembali lagi.

Aku sangat beruntung, beruntung karena memberikan nama palsu anakku. Aku gak tahu bahwa itu bisa menyelamatkan nyawa anakku!

Sumber: clicknews

Kamu Mungkin Suka