Seperti "Ada yang Salah" Dengan Ayah. Saat Kubuka "Lacinya", Aku Langsung Nangis!

Dalam hidup, orang memiliki tujuan hidupnya masing-masing

Ketika masih sekolah, menginginkan nilai yang tinggi. Ketika dewasa, menginginkan pekerjaan yang baik. Harapan untuk memberikan hidup yang lebih baik, menjadi tujuan seseorang, meski melewati banyak kesulitan, tidak akan menyerah begitu saja, itulah sifat dari pria bernama Alfa (nama alias) ini. Ia adalah pria bertanggung jawab dan pantang menyerah

Ibu Alfa pergi dari dunia tak lama setelah Alfa lahir, sehingga ia hanya dibesarkan oleh ayahnya. Mereka adalah keluarga yang hidup di desa, tidak mudah menghasilkan uang di desa. Namun, demi bisa membiayai uang sekolah Alfa, saat musim dingin sang ayah bekerja menjual arang, saat musim panas menangkap lobster

Sponsored Ad

兒子過年往家寄一萬八,父親卻說錢不夠花,回家打開抽屜愣住

Pada hari Alfa masuk kuliah, sang ayah sampai meneteskan air mata. Melihat semua pengorbanan, penderitaan, dan kasih sayang yang telah diberikan sang ayah, sejak saat itu Alfa berjanji kepada dirinya sendiri untuk menghasilkan banyak uang agar ayahnya dapat hidup lebih baik

Sejak masuk kuliah, Alfa telah mempersiapkan dirinya untuk bekerja di masa depan, dimana ia memilih jurusan IT (Informasi Teknologi). Setiap kali Alfa merasa kesulitan dalam belajarnya, ia akan menenangkan diri dan memikirkan ayahnya, bahwa betapapun sulitnya hidup mereka, sang ayah tidak pernah menyerah. Hal itu membuat Alfa menjadi semakin giat belajar dan berusaha semaksimal mungkin, hingga ia berhasil menjadi yang terbaik di jurusannya

Sponsored Ad

Setelah ia lulus kuliah, ia pun langsung diterima oleh perusahaan terkenal di kota. Sang ayah tentu sangat bangga terhadap Alfa, semua orang memujinya. Meski pekerjaan Alfa sangat sibuk, ia tetap memberi kabar dengan menelpon sang ayahnya setiap hari Jumat. Ia juga mengkhawatirkan kesehatan ayahnya, memberi sang ayah uang 6 juta rupiah per bulan, agar ayah bisa lebih menikmati hidupnya

Sponsored Ad

3 tahun Alfa telah bekerja, ia akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dan ingin memulai bisnisnya sendiri. Ia cukup optimis dengan keputusannya ini, ia menarik kedua temannya untuk membuka perusahaan bersama. Meski sang ayah tidak mengerti, namun ia tetap mendukung keputusan Alfa, ia datang ke kota dan memberi uang 40 juta rupiah kepada Alfa. Itu adalah uang yang ayahnya tabung selama ini, ia ingin membantu Alfa karena membuka perusahaan sendiri membutuhkan modal yang cukup besar

Sponsored Ad

Setelah Alfa menjadi bos dari perusahaannya, ia merasakan tekanan sekaligus motivasi untuk menjadi lebih baik lagi. Hal itu membuatnya bekerja lembur hampir setiap hari

兒子過年往家寄一萬八,父親卻說錢不夠花,回家打開抽屜愣住

Sponsored Ad

Setelah 8 bulan perusahaannya berjalan, akhirnya perusahaannya berhasil mencapai hasil yang diinginkan. Meski begitu Alfa tetap berusaha dan fokus dalam bekerja, hingga ia tidak memiliki waktu untuk menyenangkan dirinya sendiri. Setelah menghasilkan cukup banyak uang, Alfa pun membangun rumah baru untuk sang ayah dan memberikan uang bulanan sebesar 16 juta rupiah!

Waktu tak terasa berjalan begitu cepat, sudah 2 tahun berjalan dan bahkan sudah tahun baru lagi. Di saat semua karyawannya libur, ia memilih tetap berada di perusahaan untuk bekerja. Sebenarnya, Alfa juga merindukan rumah, selain pergi mengunjungi ayah saat ia perjalanan bisnis, komunikasinya dengan sang ayah hanya melalui telepon

Sponsored Ad

Alfa sudah pernah berpikir dan meminta ayahnya untuk tinggal di kota bersamanya, namun sang ayah menolaknya karena menurutnya semua kerabatnya ada di desa. Akhirnya mau tidak mau Alfa pun membiarkan ayahnya tinggal di desa

Tiba-tiba suatu hari, saat Alfa menelpon sang ayah untuk menanyakan kabarnya, ayahnya itu tidak terdengar bahagia seperti biasanya, bahkan ayahnya mengatakan bahwa yang diberikan tidak cukup, tapi juga tidak mengatakan alasannya dan berapa banyak lagi yang dibutuhkan

Sponsored Ad

Alfa takut sesuatu terjadi kepada ayahnya, ia pun buru-buru memesan tiket untuk pulang ke rumahnya, dan sekaligus bermalam tahun baruan di sana

Setibanya Alfa di desa, ia merasakan suasana pedesaan yang sudah lama tidak ia rasakan, setiap rumah sedang mengeringkan ikan. Salah seorang penduduk yang melihat Alfa pun mengundangnya untuk duduk di rumahnya, namun Alfa menolaknya karena ia ingin segera mengetahui kondisi ayahnya

Sponsored Ad

Berdiri di depan halaman rumah, Alfa memanggil-manggil ayahnya, namun tidak ada jawaban. Tetangga sebelah yang mendengarnya memberitahu bahwa sang ayah sedang pergi ke pasar, akhirnya Alfa memilih masuk ke dalam rumah dan menunggu ayahnya pulang

Setelah beberapa lama menunggu, sang ayah tak kunjung pulang dan Alfa mulai merasa bosan. Ia yang penasaran mencari tahu sebenarnya uang yang ia berikan untuk ayahnya dipakai buat apa saja. Kebiasaan ayahnya tidak berubah, sang ayah mencatat semua pengeluaran secara rinci di dalam laci kamar. Dari catatan itu diketahui bahwa selama ini sang ayah sangat hemat dan uangnya dipakai untuk hal-hal biasa

Sponsored Ad

Ternyata di dalam laci itu terdapat buku lain, dan begitu Alfa melihat isinya, air matanya pun tak terbendung. Itu adalah buku harian ayahnya, disana sang ayah menuliskan pemikiran tentang putranya itu. Sang ayah tahu Alfa sedang melakukan sesuatu yang besar, ia hanya mendukungnya dan tidak bisa menahannya, di dalam sana juga tertulis keinginan ayahnya agar Alfa pulang saat tahun baru, meski selama ini ayahnya tidak pernah meminta apapun atau menyuruhnya pulang, dan hanya mengatakan untuk jaga diri

Tiba-tiba terdengar ada orang yang masuk ke dalam rumah, sang ayah datang dan siapa sangka rambutnya sudah putih semua, tubuhnya masih terbalut mantel biru yang sudah kusam. Melihat ayahnya membawa beras, Alfa pun segera membantunya dan ia menangis

Sang ayah kemudian berkata: "Ayah berbohong padamu, ayah hanya ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu…"

Saat itu juga Alfa sadar bahwa selama ini ia telah salah, "Anakmu tidak berbakti, aku akan menemanimu setiap tahun mulai hari ini", kata Alfa

Alfa juga menyadari bahwa ada banyak kesempatan menghasilkan uang, tapi hanya ada 1 ayah di dunia ini.

Ingat, bahwa kita akan semakin dewasa, begitu juga dengan orangtua kita akan semakin tua. Pergunakan waktumu sebaik-baiknya selagi masih ada kesempatan.

Sumber: clicknews