Setelah Terkenal Berkat Sinetron Cinta Fitri, Tak Lama Teuku Wisnu Memutuskan Berhijrah Karena Alasan Ini

Memiliki harta berlimpah dan kesenangan adalah tujuan dari banyak orang. Namun terkadang setelah mendapatkan semua itu, tetap saja ada yang kurang bahkan terasa hampa.

Sponsored Ad

Ternyata hal ini sempat dirasakan oleh Teuku Wisnu yang kini telah berhijrah. Sebelumnya pria kelahiran Aceh ini dikenal sebagai sosok pekerja keras. Siang malam hanya ia lewati hanya untuk mengejar harta duniawi hingga pada satu titik, ia merasa panggilan lembut yang membawa dirinya menuju hijrah.

Sponsored Ad

Sebagai aktor yang pernah membintangi berbagai sinetron, salah satunya Cinta Fitri, tidaklah sulit menempatkan Teuku Wisnu di deretan aktor top ibukota. Ia pun mengakui bahwa ia sangat mencintai pekerjaannya atau dikenal dengan sebutan workaholic. Obsesi dirinya kepada kekayaan dan uang, membuat ia rela bekerja seminggu penuh.

Sponsored Ad

Akhirnya, ia berhasil mendapatkan semua kekayaan duniawi yang ia impikan tersebut. Namun siapa sangka setelah memiliki semuanya, ia justru merasa hampa dalam menjalani kehidupannya. Tiba-tiba Wisnu teringat dengan ajal, semua akan menjadi sia-sia ketika ajal menjemput. “Takutnya ini lebay banget. Saatnya saya balik lagi deh, bener-bener belajar lagi,” ucap Teuku Wisnu.

Sponsored Ad

Proses berhijrah yang dijalani Teuku Wisnu sempat membuat khawatir Shireen Sungkar yang kala itu masih berpacaran. Shireen cemas bila Wisnu belajar agama hingga ke arah yang salah. Bahkan Wisnu meminta untuk tidak bertemu dulu hingga akhirnya memutuskan menikah. Kemantapan Wisnu berhijrah akhirnya didukung sepenuhnya setelah keduanya menikah.

Sponsored Ad

Setelah fokus berhijrah Wisnu tidak lagi bekerja di dunia hiburan. Wajahnya masih sering muncul di TV nasional namun bukan sebagai bintang sinetron melainkan pembawa acara program religi. Wisnu fokus untuk menyebarkan kebaikan melalui ilmu agama yang telah ia peroleh.

Sponsored Ad

Mengubah diri ke arah yang lebih baik atau berhijrah adalah anugerah yang diberikan Tuhan agar manusia ingat posisi dirinya sebagai hamba. Manusia hidup di bumi tidak melulu untuk mengejar kesenangan duniawi tapi harus senantiasa sadar untuk memperbaiki kekurangan diri dan mendekatkan diri pada Tuhan.


Sumber : Boombastis