RIP "Wanita yang Lebih Tinggi 10cm" dari Yaoming Meninggal di Usia 41 Tahun, Jutaan Netizen Turut Sampaikan Rasa Duka Cita

Siapa yang tak mengenal Yao Ming? Dia adalah pemain basket Tiongkok paling sukses yang pernah bermain di NBA. Selain itu, Yao Ming juga terdaftar dalam NBA Hall of Fame (daftar pemain NBA yang mempunyai karier cemerlang), bahkan pernah menjabat sebagai presiden dari Asosiasi Basket Tiongkok. Sayangnya, tidak semua orang yang memiliki tubuh tinggi besar hidup seberuntung Yao Ming. Di dunia ini banyak orang yang menderita penyakit gigantisme (kondisi tinggi dan besar badan yang diatas normal), salah satunya adalah Yao Defen yang lahir pada tahun 1972 di Provinsi Anhui, Tiongkok.

Sejak kecil Yao Defen mengalami pertumbuhan yang lebih cepat daripada anak-anak seusianya. Ketika umur 15 tahun, tinggi badannya bahkan sudah mencapai 2 meter, dan tingginya mencapai 2.36 meter di usia 23 tahun. Tinggi badan Yao Defen ini lebih tinggi 10 centimeter dibandingkan dengan Yao Ming. Karena tinggi badannya ini juga, Yao Defen sampai masuk dalam daftar rekor dunia Guinness.

Karena menderita gigantisme, tubuh Yao Defen menjadi rentan terhadap penyakit, bahkan jatuh ringan sekalipun dapat mengancam keselamatan nyawanya. Tahun 1999, setelah Yao Defen melakukan operasi pengangkatan kelenjar pituitari, kondisi tubuhnya berangsur-angsur pulih, tidak lagi rentan terhadap penyakit. Yao Defen merasa sangat beruntung ketika itu.

Ukuran Sepatu Yao Defen juga membuat banyak orang tercengang. Yao memakai ukuran 78, dan dulu ia pernah sampai menghabiskan uang sebesar 1000 Yuan lebih untuk membuat sepatu berukuran besar ini di Zhejiang. Yao Defen terus memakai sepatu ini bahkan sampai sepatu ini sudah usang sekalipun. Sampai pada suatu ketika, salah satu perusahaan sepatu di Jerman mengetahui kondisi yang dialaminya, secara spesial membuatkan dan mengirimkan 3 pasang sepatu dari Jerman ke Tiongkok untuk Yao Defen.

Selain ukuran sepatu yang besar, nafsu makan Yao Defen juga sangat besar. Ia bisa makan 6 mangkok mie sekali makan. Untuk makan siang saja, dia bisa memakan habis nasi setengah rice cooker. Namun, Yao Defen dan ibunya tidak memiliki sumber penghasilan yang stabil, mereka harus berhemat untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Selama bertahun-tahun mereka hanya pernah sekali makan daging ayam, daging babi pun hanya makan 1 atau 1.5 kg setiap bulannya. Banyak penjual daging yang tidak mau menjualkan dagingnya untuk mereka, banyak juga diantara mereka yang merasa mereka hanyalah orang miskin. Melihat kondisi ini, Yao Defen lebih memilih untuk tidak makan daging daripada harus membuat ibunya dipandang rendah oleh orang lain.

Yao Defen juga mengalami trauma sosial karena pernah ditipu ketika bekerja di bidang seni pertunjukan sirkus. Semenjak saat itu, Yao Defen menjadi sangat takut bersosialisasi dengan orang-orang baru. Walaupun banyak orang dari kelompok sosial datang mengunjunginya, ia hanya menjawab satu dua kalimat, ia tidak mau berinteraksi lebih dalam dengan orang-orang ini. Menurut Yao Defen, satu-satunya sahabat yang bisa berinteraksi, bersosialiasi, dan yang paling tulus, yang terbaik hanyalah ibunya seorang.

Yao Defen berharap ia bisa segera sembuh dari penyakitnya ini. Ia juga berharap bisa ada cukup makanan untuk dimakan setiap harinya. Sedangkan harapan terbesarnya adalah ia ingin diperlakukan normal oleh orang-orang di sekitar, dan memiliki teman baik. Sayangnya, 5 tahun lalu, tepatnya di tahun 2012 Yao Defen meninggal di usianya yang baru menginjak 41 tahun. Ibunya sangat terpukul dan mengalami kesedihan yang mendalam karena ditinggal pergi anak semata wayangnya. Banyak orang setelah mengetahui kematian Yao Defen turut mendoakan supaya ia bisa hidup bahagia di sana. Selamat jalan Yao Defen...

 

Sumber: BH

 

Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang-undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak PastiSeru.com