Heboh, "Gangster" yang Dipenjara Selama 26 Tahun Akhirnya Tobat Jadi "Calligrapher" Setelah Bertemu Ibunya! Inilah Bukti The Power of Emak-Emak

Di lengannya penuh dengan tato, dulu ia mempunyai puluhan senjata api, dan seorang pecandu narkoba. Siapa sangka ia melakukan perubahan besar dalam hidup dengan memilih jalan hidup menjadi seorang calligrapher (pembuat kaligrafi), dan bersumpah tidak akan lagi memegang pistol, hanya memegang kuas untuk menulis kaligrafi.

Pada tanggal 7 November 2017 di Dadun Cultural Center, Taiwan diadakan pameran kesenian yang memamerkan karya-karya dari 30 orang narapidana dari sebuah lembaga pemasyarakatan. Salah satu peserta pameran, Wu Hongwen adalah mantan ketua gangster yang ditangkap 19 tahun lalu karena memiliki total 30 senjata api. Ketika dipenjara ia mempelajari seni kaligrafi dan karyanya masuk dalam daftar pameran tahun ini. Wu Hongwen menghadiri pameran ini bersama ibunya. Wu Hongwen mengatakan kalau ia bisa berubah seperti sekarang setelah melihat punggung ibunya.

Wu Hongwen adalah ketua geng yang sangat ditakuti pada masa itu. Ia sempat menjadi seorang pecandu narkoba yang pada usia 19 tahun ditangkap, kemudian dijatuhi hukuman 26 tahun penjara, dan di tahun 2014, Wu Hongwen mendapat pembebasan bersyarat. Wu Hongwen mengatakan bahwa setelah ia masuk penjara, ayah dan adiknya satu persatu meninggal karena sakit dan kecelakaan mobil. Hal ini membuatnya tersadar kalau dalam hidup manusia tidak ada yang abadi. Inspektur penjara juga mendorongnya untuk menyalin ayat kitab suci tripitaka. Inilah yang menjadi awal Wu Hongwen terjun dalam dunia seni kaligrafi.

Saat masih dalam masa pembebasan bersyarat, Wu Hongwen lagi-lagi ditangkap karena terlibat dalam perkelahian. Mengetahui anaknya ditangkap lagi, ibu dari Wu Hongwen pun langsung datang mengunjunginya di penjara. Ketika ibunya datang, Wu Hongwen melihat ada yang aneh dengan punggung ibunya. Wu Hongwen kemudian mengetahui kalau ibunya baru saja mengalami kecelakaan dan terbaring di rumah sakit selama 1 bulan. Namun, Ibunya tetap rela melepaskan semua alat perawatan untuk menemui anaknya di penjara. Setelah selesai mengunjungi Wu Hongwen, ibunya langsung duduk lagi di kursi roda dan pulang. Mendapat cinta dan perhatian yang begitu besar dari ibunya, Wu Hongwen pun menjadi sadar, dan saat ibunya datang kembali berkunjung, Wu Hongwen langsung berlutut dan meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan selama ini.

Wu Hongwen merasa dirinya sangat sembrono dan sangat menyesali apa yang pernah ia perbuat bertahun-tahun sebelumnya. Ia juga sangat berterima kasih kepada ibunya yang terus mencintai Wu Hongwen. Selain ibunya, Wu Hongwen juga tidak akan lupa atas jasa dari inspektur penjara yang telah mengingatkan dia dan mendorong dia untuk kembali ke jalan yang benar. Setelah dibebaskan dari penjara, Wu Hongwen memilih untuk berkonsentrasi pada seni kaligrafi. Wu Hongwen juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial yang bertujuan membantu banyak orang yang membutuhkan. Wu Hongwen bersumpah kalau tangannya hanya akan memegang kuas, tidak akan lagi memegang pistol.

Setiap orang pasti melakukan kesalahan dalam hidupnya. Seorang gangster yang pernah membuat ibunya selalu khawatir sekarang telah bertobat dan menyadari kesalahannya. Ini merupakan contoh positif bagi masyarakat kalau semua orang itu pasti bisa berubah asalkan orang-orang di sekitarnya tetap mencintai dan terus memberi dukungan, bukannya meninggalkan atau mengucilkan orang tersebut.

Sumber: Lookforward

 

Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang-undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak PastiSeru.com

 

 

Mungkin Kamu Suka Artikel Berikut Inspirasi